Friday, 4 April 2014

Tulang Rusuk Siapakah Aku?

Sesak didada ini tak ada yang mampu sembuhkan. Ingin aku terbang bebas kesana-kemari dan menari-nari dari ranting ke ranting, dari dahan kedahan yang lainnya seperti burung. Namun semua tak mampu ku lakukan. Kadang aku menyalahkan diri ini ketika tak jua datang mentari yang hendak sinari gelapnya hati ini. Kadang aku bersedih tiada henti hanya karena menyalahkan diri karna tak bisa seperti orang lain yang bisa dengan mudah beroleh pasangan sejati. Aku menyerah dalam pertempuran yang belum kumulai. Rasa sakit dan ketakutan itu masih saja membayangiku ketika ku ingin memulainya kembali. Lagi-lagi aku gagal dan gagal meraih cinta nan hakiki.
Sebenarnya cinta itu apa?. Sebenarnya sayang itu apa?, Apakah hanya aku yang begini. Apa ada yang salah dengan diriku hingga detik inipun aku masih sendiri. Apakah ada yang menginginkan kehadiranku. Apakah hanya aku yang merasakan semua pertanyaan yang bertubi-tubi ini. Aku bingung dan tak ingin tersesat dalam arah yang salah seperti masa lalu. Aku tak ingin mencinta dan mengharap pada yang tidak tepat. Aku lelah menanti, aku tak kuat lagi menantinya. Sampai kapan aku harus menanti dicari yang mencariku. Apakah aku ini bagian dari tulang rusuk seseorang yang kelah akan membimbingku. Ataukah aku hanya seoonggok daging tak berguna.
Aku ingin bahagia. Aku ingin menjadi istri. Aku ingin menjadi ibu yang mampu melahirkan dan mendidik keturunanku kelak. Aku ingin menjadi panutan, yang nasihatnya akan didengar. Aku ingn menjadi hamba yang taat, kepada Sang Khaliq dan imamku. Tapi apakah didunia ini aku akan bertemu dengannya. Kapankah waktu itu hadir menyapaku dalam sepi ini. Lelah aku berceloteh mencarinya. Apakah aku ini dicarinya. Ataukah tak pernah sama sekali aku dicarinya.
Serumit inikah aku. Senista itukah aku, hingga aku ini bukan tulang rusuk siapapun. Aku ini tulang rusuk siapa. Segala daya aku mencarinya, tapi tak pernah ku temukan. Dalam do'a ku " Tuhan aku ini pantaskah jadi sebuah tulang rusuk, yang kelak akan berbakti pada-Mu bersamanya. Tuhan pantaskah aku ini untuk tubuhnya yang kelak akan membimbingku dalam setiap langkahnya untuk menuju-Mu. Tuhan jangan biarkan aku menunggu terlalu lama dalam ketakbergunaanku. Aku berserah hanya pada-Mu".
Waktu....Hanya waktu dan kehendak-Nya kami dipertemukan. Segalanya hanya pada-Nya ku kembalikan, dalam pasrah, do'a dan ihtiar.

No comments:

Post a Comment