Thursday, 3 December 2015

Karena Tuhan Aku Jatuh Cinta

Detik, hari, minggu dan bulan telah berlalu. Disini aku masih terpaku pada rasa yang kian menusuk kalbu. Sering aku sangkal rasa itu biar aku tak jadi ragu, biar aku tak lagi menangis pilu hanya mampu menatap kelopak mata sendu yang aku rindu. Ini tidak benar, tidak pernah benar untuk aku jalani sendirian tak berkawan. Lagi-lagi kembali terjerat dalam pesona yang tak mudah memudar. 

Hampir satu tahun aku membisu dan mengasingkan diri dari dunia luar. Membekap seluruh gerak dan tawa dalam kesunyian. Entah apa yang ada dalam benak ini hingga aku terasing di keramaian. Aku kehilangan komunitasku dan tersesat dalam krisis kepercayaan diri di lingkungan. Fikiran-fikiran negatif di benak menguasai diri yang ketakutan. Ketakutan berkepanjangan menyempitkan akalku yang berfikiran terbuka selama ini. Aku sadari aku kehilangan diriku yang dulu, diriku yang berani menantang dunia, berani menghadapi kepahitan hidup dengan senyuman. Kini aku merasa kerdil di tengah luasnya lingkungan, seakan enggan bergaul atau hanya sekedar bertegur sapa dengan tetangga. Ketakutan dalam diri berhasil membelenggu aku, berhasil menghantui jiwa ini dengan kata-kata yang selalu terngiang "Kapan Nikah? Kenapa belum kerja? Kenapa dirumah aja?" dan kenapa-kenapa lainnya yang membuat aku muak. Kalau bukan karena kasih sayang Tuhan mungkin kini aku sudah gila.

Aku tahu aku terlalu berlebihan dan berfikiran negatif, ataukah aku terlalu sensitif menghadapi setiap persoalan. Entahlah aku bingung. Aku sudah berusaha menjadi manusia yang tak mau mencampuri urusan orang lain dan tak mau tahu apapun yang mereka katakan tentang diriku. Aku selalu berusaha semampuku untuk tak menghiraukan sikap sinis mereka terhadap keluargaku terlebih padaku. Usiaku memang tak lagi belia, sudah seharusnya aku berkeluarga dan memiliki karir yang cemerlang. Manusia hanya mampu berusaha dan berdoa selebihnya Tuhan yang menentukan. 

Dari dulu aku memang tak pandai bergaul, teman-teman akupun sedikit. Aku pernah sekali menjalin hubungan yang dikatakan Pacaran. Itupun tak bertahan lama, karena aku merasa tak nyaman dan merasa aku telah merusak semua pertahanan yang selama ini aku bangun selama bertahun-tahun. Aku memang muda tetapi pemikiranku memang tua. Aku baru berpacaran saat di bangku kuliah, selama ini aku hanya fokus pada pelajaran dan prestasi akademik tanpa memikirkan yang lainnya. Aku masih wanita normal, aku pernah jatuh cinta juga ketika di bangku sekolah menengah pertama. Aku mulai jatuh cinta dan cinta monyetku bertahan hingga sekolah menengah atas dengan orang yang sama karena kebetulan aku sekelas dengan Dia di kelas 3 sekolah menenngah pertama dan sekelas di kelas X di sekolah menengah atas. Kemudian berlanjut ke cinta monyet yang lainnya, tak perlu aku sebutkan hingga detai biarkan itu jadi masa lalu yang aku simpan. Hingga akhirnya kini akupun Jatuh cinta pada Dia yang nunjauh disana, yang kembali berhasil meluluh lantahkan hati dan fikiranku. Aku memang naif dalam urusan cinta, karena aku sadar cinta tak harus memiliki. Aku serahkan semuanya kini pada Tuhan  yang membolak balikan hatiku dan hatinya. Hanya melalui doa akutitipkan dia pada Tuhan, aku sadari belum tentu dia mimikirkanku, mengenaliku saja tidak. Aku selalu percaya ini bagian rencana Tuhan untuk hidupku. Dipenghujung tahun ini aku mungin masih sama seperti dulu, namun tidak hatiku yang lebih bisa menerima apa adanya diriku. AKu tak mau banyak menuntut pada Tuhan, karena dengan masih bernafasnya diriku hingga aku rangkaikan kata-kata ini saja aku sudah bersyukur. Untuk meminta lebih dari ini aku tahu diri. 

Memperbaiki diri kini prioritasku, kembali bangkit dan mewujudkan cita-citaku itu yang utama kini. Jodoh, rizki dan kematian, aku pasrahkan seutuhnya pada Tuhan. Aku begini bukan berarti aku putus asa, akan tetapi aku sadar hidup tak akan selamanya aku genggam. Kalau bukan sekarang kapan lagi aku mendekat ke Tuhan, mau sampai kapan aku meratapi diri dan  menyalahkan diri dan lingkungan karena aku tak bisa menemukan belahan jiwa, menikah, memiliki anak, memiliki karir cemerlang dan bahagia.

Diakhir tahun ini semoga apa-apa yang telah terjadi dan aku lalui menjadi pelajaran berharga yang mampu mendewasakan aku dalam bertindak maupun berfikir. Semoga Allah selalu menuntun aku pada jalan yang lurus dengan cahaya iman yang selalu menyinari hati ini. Dan aku titipkan Dia hanya pada-Mu, apapun yang terjadi nanti, dengan atau tanpanya kelak aku bersanding. Aku jatuh cinta, teramat cinta, aku sayang padanya dan aku selalu mendukungnya. Demi Engkau Tuhanku yang telah sematkan rasa cinta ini. Karena-Mu aku jatuh cinta. 










Thursday, 5 November 2015

Daun Yang Berguguran (Heart)

Dan akhirnya kamu lulus juga. Aku ikut bahagia dan bangga dengan pencapaianmu, aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu. Maafkan aku masih belum juga move on darimu Akar. Aku tahu ini salah. Ini tidak seharusnya. Apalah mau dikata hati ini hanya milik-Nya, hanya Dia yang mampu membalikan hati ini. Aku manusia biasa yang tiada daya dan upaya. Banyak hal yang tak mampu aku utarakan secara langsung padamu Akar. Ya...aku tak mampu menyebut nama lengkapmu, aku sangat menyukai namamu juga nama penamu. Untuk menyebutnya saja hatiku bergetar. Mungkin kamu tidak akan mempercayai apa yang aku katakan ini. Tapi inilah aku, aku yang tak bisa lagi membohongi diriku padamu. Sejujurnya aku ingin tahu bagaimana tanggapanmu jika membaca ini. Aku terlalu pengecut untuk menyadari kenyataan yang akan aku terima lagi. Sama seperti sebelumnya. Kamu memang bukan yang pertama bagiku dan akupun bukan perempuan pertama yang seperti ini padamu. Bila melihat ketenaran yang kau miliki.

Kemungkinan untuk kita bisa bertemu dan berteman itu kecil, jarak dan kota kita saja berbeda. Kamu adalah bagian dari perjalanan hidupku, proses pendewasaan hatiku untuk menjadi wanita tegar yang tak boleh mengharapkan apapun meskipun itu hanya sebuah pertemanan. Aku ikhlas dan menerima semua ini, apa yang aku jalani sekarang adalah perjalanan yang harus aku arungi hingga kelak aku akan bertemu dengan imamku. Pria yang akan membimbing dan membawaku kehadapan Tuhan dengan mulia. 

Berdoa, menangis, hanya itu yang bisa aku lakukan. Kelak bagaimanapun akhirnya aku akan tetap mendo'akan yang terbaik untukmu. Semoga kau dan aku secepatnya menemukan belahan jiwa yang telah kita nanti. Sukses selalu Akar, aku sayang padamu dengan segenap hatiku, setulus tetesan embun yang menyejukan. Aku tak akan pernah berharap lebih pada apa yang aku rasakan padamu. Aku sangat berterima kasih karena Tuhan telah hadirkan kau dalam perjalanan hidupku, meskipun kau bukan persinggahan terakhir hatiku. Akar Ich liebe du. 





Wednesday, 5 August 2015

Tak Ada Yang Salah

Kata demi kata yang ku rangkaikan ini hanya sebatas pengalihanku, pengalihan duniaku dari dunia nyata. Semua yang berhubungan denganmu ingin aku musnahkan. Sekali lagi dan ingin sekali aku enyah dari dunia yang sebagian sisakan kesedihan, kekecewaan dan duka. Apa yang ada di hati ini tak sanggup aku gambarkan bagaimana besarnya. Sebatas aku mengenalnya di dunia maya, aku rasa seperti mengenalnya jauh lebih lama. Aku ingin mengerti dirinya, aku ingin memahami setiap kesedihan yang tergambar di raut wajahnya. Setiap duka yang mengendap di setiap kata-kata yang terlontar dari mulutnya. Semua itu tak mampu aku obati. Ruang dan waktu terlanjur memisahkan jarak diantara kami. Jerit hati ini semakin kencang dan tak ada yang mampu mendengarnya. Dilubuk hatiku yang paling dalam, aku tak ingin lagi kehilangannya untuk yang kedua kali. Seperti aku kehilang Dia yang kini telah bersama belahan jiwanya. Aku ingin jadi belahan jiwanya. Apa dayaku aku hanya makhluk hina yang banyak keinginan dan berlumur dosa. Akankah aku bisa bersamanya. Kami seperti langit dan bumi, Seperti bulan dan matahari.

Kadang aku tak rela melihatnya bersama yang lain. Aku sadar aku bukan siapa-siapa dimatanya. Tetap saja aku tak rela melihatnya dan tanpa terasa jantung ini seakan ditusuk-tusuk belati tajam. Terus menghujamnya tanpa henti, seakan mampu membunuhku secara perlahan karena sakitnya. 

Dalam sepi....sering terlintas ingin aku ungkapkan secara jelas tanpa terlewatkan sedikitpun apa yang terpendam di hati ini. Tak perduli apa yang akan aku dengar dari mulutnya. Apakah itu penolakan, kebencian, atau rasa jijik yang aku terima. Yang pasti aku tak sanggup dengan rasa ini. Terus terabaikan, tak diinginkan, dan di tuduh yang bukan-bukan tanpa tau siapa diriku yang sebenarnya.

Hanya lewat tulisan ini, di blog yang aku buat ini dua tahun lalu. Aku hanya ingin mengabadikan apa yang sedang aku rasakan dan alami dalam hidupku. Karena suatu saat nanti mungkin aku akan merindukan hal-hal seperti itu, sekalipun pengalaman buruk yang aku alami. Bisa pula sebagai dokumen bagaimana kisah hidupku yang kelak akan aku bagi dan ceritakan pada anak cucuku. Itupun jika Tuhan mengijinkanku melalui fase itu "menua".

Hidup ini panggung sandiwara, dan kita harus mampu menjalankan scenario Tuhan dengan baik. Apakah itu scane yang membahagiakan ataupun scane yang menyakitkan yang harus dilalui setiap detik, menit, hari dan tahun yang entah sampai kapan kita akan mengakhirinya. Kemudian kembali menghadap-Nya untuk mempertanggungjawabkan semua peran yang kita lakonkan semasa nafas dan jiwa masih menyatu dengan raga.


Hmmmmm.....hari ini begitu sensitif. Tak terasa dari tadi kristal-kristal ini tak mau juga berhenti keluar dari tempatnya. 

Monday, 3 August 2015

Sepenggal Jalan



Setapak jalan yang berliku
Kini tertinggal jauh dalam kenangan
Cukup saja hal itu di masa lalu

Kemarin, kini dan esok akan terasa berbeda
Seperti ruang dan waktu kita yang tak pernah sama
Terlampau tinggi angan di mata
Selamanya tak mungkin satu kata

Dua partikel yang saling tak seirama
Ialah air-api, air-minyak dan lainnya entah aku tak tau lagi
Tak bersatu bukan berarti tak ada satu kata kunci
Hanya saja Tuhan punya maksud lain untuk mereka

Tak perlu lagi ku susuri setapa demi setapak
Bila tak tinggalkan setitik jejak
Sejak melangkah di pasir berarus
Mudah terhapus terus tergerus

Terlalu kentara untuk berlari sambil menengok
Akan tersandung jatuh dan terseok
Hanya luka yang akan jadi duka
Bila mata dan hati tidak lagi ditata

Jalan disusuri semakin berkelok
Begitupun waktu berlalu takkan kembali
Cukup saja disini
Setiap kata yang jatuh bersama setiap kelopak

Tutup mata, Tutup lisan dan Tutup telingan = dari makna yang sebenarnya



Hijaunya dedaunan padi yang terayun-ayun oleh lembutnya hembusan angin
Sejukkan seketika racaunya jiwaku
Semilir angin yang pula berhembus di pipi ini
Seketika bisikan tawa dihatiku
Entah apa yang sedang Tuhan rencanakan untukku
Sebagai hamba yang hina dina di muka bumi, aku selalu percaya apa kata hatiku
Meski ku tahu indah itu bukan hanya yang dimata, bukan hanya yang dirasa, bukan hanya yang memuaskan, bukan hanya yang menyenangkan, bukan hanya jabatan,bukan hanya pasangan yang cantik atau tampan, bukan pula segala kekayaan, tapi rasa syukur
Aku bukan siapa-siapa yang patut didengar pendapatnya, yang patut di contoh kepribadiannya, yang patut dikagumi kecantikannya, yang patut dibanggakannya kebaikannya
Aku hanya aku
Diriku yang tak kau tahu
Hanya aku dan Tuhan yang tahu siapa aku
Siapapun berhak menilaiku
Akupun begitu

#Lainnya
Serdadu-seradu berhasil lumpuhkan kakiku
Ketika itu hanya tinggalkan kulit berbalut tulang
Tak akan bagiku menyerah hanya karena kelemahanku
Malu bukan musuhku
Meski yang lain teriak menginjakku
Hanya karena aku ingin seperti padi yang menua
Takkan gentar ku tengadahkan tangan ini, ku tundukkan kepala ini hanya ke Yang Maha Memiliki Jiwa dalam genggamannya
Pelajaran yang paling mencambuk hidup ini, dan rasanya lebih dari cambukan dikulit yang akan berbekas
Hanya syukur yang teapt tuk terucap
Lisan memang lebih tajam daripada pedang, mata memang lebih berbahaya daripada hati, telinga memang lebih berbahaya daripada hati, telinga memang lebih berbahaya daripada fikiran

Sunday, 2 August 2015

And Than See

Kali ini aku gagal lagi. Lagi-lagi namanya masih dengan jelas memenuhi seluruh isi relung hatiku. Nama yang entah sampai kapan akan terpatri disana. Apa mungkin hingga hal itu terulang kembali seperti Ijot, panggilan sayangku untuk lelaki yang selama enam tahun kebelakang hanya menganggapku sebagai temannya. Apa aku harus menyerah hingga dia menikah dengan orang lain yang lebih dia kasihi dan hargai. Bukan aku dan bukan aku lagi begitu???. 
Hidup ini terasa begitu kejam bagiku, terutama bagi perjalanan asmaraku yang tak seperti orang lain. Lagi-lagi aku merasa iri dengan orang lain dan malah merutuki diriku sendiri yang tak seberuntung mereka dengan mudah bisa menemukan belahan jiwanya. Sedang aku bertahun-tahun harus sabar menunggu menemukannya, menemukan belahan jiwaku yang entah dimana, sedang apa dan apa dia sedang mencariku juga. Aku sadar aku tak perlu sesetres itu memikirkan hal yang belum terjadi dan entah akan aku alami atau tidak dalam perjalanan hidupku. Seharusnya aku banyak bersyukur karena Allah masih sangat sayang padaku dan selalu menjaga aku dari perbuatan yang dapat merugikan diriku sendiri. 
Aku masih saja bertanya-tanya pada diriku sendiri, apakah aku seburuk itu hingga setiap aku jatuh cinta aku selalu jatuh cinta pada orang tidak tepat, mengacuhkanku, tak aku kenal secara langsung dan mengenalku dengan baik. Seperti saat ini ni sama dia yang namanya sangat familiar sekali. Aku ingin menyebut namanya, tapi......aku malu takut ketahuan, walaupun aku yakin dia sudah bisa menebak sikap dan caraku dalam kado yang pernah aku kirimkan itu. Entahlah....hingga detik ini aku masih penasaran dengan sikap yang dia tunjukan dan nasib kado itu. Apakah dia menyimpannya? Apakan dia membacanya, maksudnya membaca catatan kecil yang aku tinggalkan? Apakah dia memakainya? kado yang aku berikan padanya tiga bulan yang lalu. 
Ooooh.....aku bisa mati penasaran kalau begini caranya. Aku sungguh tak bisa menebak jalan fikirannya. Di satu sisi dia begitu terlihat terbuka, tapi disisi lain seperti ada tembok besar yang tebal yang tak seorangpun diijinkan memasukinya termasuk aku si orang asing. Aku serba salah, karena aku memang berada diposisi yang salah. Aku tak ingin menyalahkan Allah yang menganugerahiku rasa ini padanya, aku hanya tak sanggup lagi memikulnya. Benar apa kata ibuku, aku memang tak seharusnya mengagumi dan mengharapkannya walaupun hanya sebatas pertemanan. Karena hanya akan menyakitiku saja akhirnya, sama seperti aku pada ijot. Apa yang harus aku lakukan, ingin aku menghapusnya dari ingatanku dan hidup kembali normal seperti biasa. 
Kalau aku mengikuti hawa nafsuku, mungkin saat ini aku sudah minta dikenalkan sahabat karibku sewaktu SMA dulu. Setahuku dia mengenalnya sangat baik, karena pernah satu kantor dengannya dulu sebelum resign dari pekerjaannya. Hanya saja aku tak mau melibatkannya, sudah terlalu banyak aku menyusahkan orang lain. Ini lagi urusan pribadiku saja aku harus minta bantuan orang lain. Huft.....payah banget.
memang sudah umum perempuan masa kini yang mendekati laki-laki lebih dulu, tapi apa kata dunia kalau aku yang melakukannya. Meskipun segini aku sudah terlalu berani juga dengan belaga sok-sok'an jadi secret admirer buatnya dan lancang dua kali mengiriminya kejutan kecil. Kata teman-teman aku cewek romantis, karena aku suka dengan pusi, lagu-lagu melow dan drama romance. Aku akui itu, tapi ternyata dia tak menyukainya. Bahkan ketika aku isengin dia dengan beberapa puisi karangku, dia malah bilang aku "Lebay", "Lebay Banget, Ga Jelas!!!". Rasanya saat itu sakit banget, baru kali ini ada yang bilang puisiku lebay. Padahal dulu cowo-cowo yang pernah aku kirimi puisi ga pernah bilang gitu secara langsung, meski ga tau ya di belakang gimana, I don't know. Tapi dia....iya dia...dengan gamblang bilang aku "Lebay", dia juga "Lebay" kok di status-status yang dia twitt. Ga sadar aja dia. Huft. 
Aku tetep suka dia kok apapun kelebihan dan kekurangan dia, ceeeileeeh so sweet banget kalo kata orang-orang mah.hahahah. Wit dodol aku emang aneh dan kadang eror sendiri. Oya lagi ngapain ya dia di utan, jadi pengen kemping juga kalo liat foto yang dia posting. hmmmm....gda abisnya sih kalo udang ngomongin dia. hussssss katanya mau move on eh ini malah asik bicarain dia. Ok sorry deh ya "Akar" aku emang ga sesuai buat kamu. Sangat-sangat ga sesuai sekali, karena aku ga sebanding dengan kamu yang perfect banget dalam segala hal. Pintar, jenius, good looking, pergaulan luas, banyak teman, menguasai banyak bahasa, rajin dan soleh "ga tau juga ya kalo yang itu kebenarannya" hanya kamu dan Allah yang tahu. 
Dengan sadar aku akan mundur teratur, maaf-maaf kalo aku sering stalking kamu. Aku suka penasaran aja kamu lagi ngapain. heee ^_^v  
Perlahan-lahan kalau kesibukanku kembali, aku akan bisa lupain kamu "Akar" tanpa kamu suruh. Sukses ya buat kamu, Allah akan selalu menjagamu dimanapun kamu berada. Semoga kamu dan aku segera menemukan orang yang tepat. Amiiin.

Tuesday, 28 July 2015

I Say Good Bye

Hidup ini tidak melulu apa yang kamu inginkan dan apa yang kamu harapkan. Hidup ini kenyataan dimana kamu harus mampu membuka mata, hati dan fikiranmu selebar-lebarnya. Karena semuanya bisa menipumu. Ya....semuanya, termasuk pertemanan, persahabatan, persaudaraan intinya semua hubungan yang ada didunia ini. Mengapa aku bisa berkata begitu, karena apa yang tadinya aku anggap baik ternyata tak sebaik yang aku kira. Tadinya aku anggap mendukung tapi akhirnya malah tidak mendukung sama sekali. Tadinya bisa dipercaya ternyata diam-diam menghianati dibelakang. Tadinya bersikap manis didepan mata, ternyata mencaci maki dan mengejek dibelakang. Semuanya sudah tidak benar. Aku tahu akupun tak sempurna. 
Aku sadar aku memang tak pantas dan tak layak untuknya. maka dari itu aku akan mengakhiri semua kekagumanku terhadapnya selama ini. Mungkin sudah cukup untuknya memotivasi aku untuk bangkit. Kali ini aku harus move on darinya dan kembali ke Allah yang Maha Segalanya bagiku. Tak ada sahabat dan yang terpercaya selain Allah. Kini aku pasrahkan diriku, hidupku, matiku, jodohku, rizkiku hanya kepada-Nya. Aku tidak ingin lagi kecewa, dan membenci diriku sendiri dengan apa yang aku alami dan telah aku perbuat selama ini. Akupun tak ingin menyakiti siapapun, Shabat, teman, keluarga dan orang yang pernah merasa tersakiti olehku selama ini. Aku harap dia akan mendapatkan yang sesuai dengan kriterianya dan bukan aku yang tak masuk dalam kriterianya. Aku hanya bisa mendoakannya yang terbaik disini. Aku akan kembali bangkit dari keterpurukan ini, belajar lagi, belajar...belajar...belajar tentang kehidupan yang perlu dihadapi dan bukan dihindari. Waktu tak akan pernah bergerak mundur, tetapi pagi akan selalu menawarkan cerita baru. Hari tak akan mampu berlalu begitu saja, bila hari ini masih ada kesempatan. 
Kamu adalah hal terindah kedua yang hadir dihidup ini. Aku mungkin tak bisa melupakanmu semudah aku menyusun kata-kata ini. Aku hanya berusaha berbuat yang terbaik untuk hidupku. Aku tak ingin terus terbelenggu dalam bayanganmu yang kamu sendiri tak pernah mengenal diriku. Mengenalku saja tak tahu, apa lagi mampu untuk memahamiku. Sungguh tak masuk diakal. Aku percaya takdir, diwaktu yang tak bisa aku tentukan kita akan bertemu atau bahkan bersua. Namun entah kapan aku tak tahu. 
Oya....kado dariku bagaimana, cocok tidak??? Atau mungkin tidak suka yah. Ok fine aku tahu resiko sok-sokan jadi secret admirer itu konyol. Kadonya....nasib kado, kotak itu, dan carikan kertas-kertas warna yang konyol itu. Tahukah kamu, kotak itu aku buat semalaman. Carikan kertas itu semampuku kutilisi kata-kata konyol yang bodoh. Maaf...maaf...kata-kata yang tak pernah lepas dari mulutku selama ini. Entak itu kesalahan yang aku buat ataupun orang lain yang bersalah padaku. Selama ini satu kata itu selalu terlontar dari mulutku. Aku.....memang tak pantas untukmu yang terlalu sempurna. Terima kasih atas kehadiranmu yang sesaat dihidupku ini. Sampai jumpa @.

Thursday, 28 May 2015

KARENA ITU KAMU




Karena kamu tulisan ini ada. Karena kamu segalanya yang telah hilang kembali. Karena kamu segalanya terasa lebih berwarna. Karena kamu alasanku kembali menatap dunia. Karena kamu gairah itu kembali bersemi. Karena kamu segala yang tak mungkin menjadi mungkin. Karena kamu adalah alasan aku kembali berani seperti dulu. Karena kamu kembalikan setiap jengkal mimpi-mimpi yang lama aku kubur di pelataran ilusi. Karena kamu aku kembali gila. Karena kamu segala ide dan imaji bertaburan. Karena kamu semangat ini kembali menggebu. Karena kamu kepahitan itu sirna seketika. Karena kamu aku semakin faham hidup itu apa. Karena kamu aku mengerti arti pengorbanan yang sesungguhnya. Karena kamu mimpi itu harus diperjuangkan. Karena kamu dan hanya kamu. Itu kamu bukan yang lain.
Entah logika atau hanya emosi semata, kata demi kata yang terangkai begitu saja. Aku hanya ingin dan ingin menguraikannya. Apa adanya, tak bisa aku bendung lagi. Tak perduli dunia akan mencaci dan memaki setiap kata yang terangkai ini. Aku ya aku yang begini. Ini tak mampu mengisyaratkan setiap apa yang ada dinaluri. Ini hanya sepenggal kata yang ingin aku bagi. Meski sepersekian kata ini ada, lautan tak akan mampu menggenapi. Kamu begitu bermakna, seperti langit yang berbicara. Aku hanya bisu menatap bayangmu dibalik pintu. Aku biarkan kamu mencari jejak bagian rusukmu. Ku biarkan Tuhan yang berkehendak atas hidupku. Bukan kamu taupun aku dengan sesukaku. Kamu cukup tahu jika kamu ingin tahu. Tak akan aku paksakan kamu untuk tahu. Karena aku tahu kamu mampu membaca setiap tetesan hujan yang luruh kebumi, dan kamu mampu membaca makna di setiap helaan nafas alam yang menyentuh urat nadi.
Berbagi arti bukan berarti ingin dipuji. Tinggalkan jejak hanya untuk uraikan setiap ambigu yang membelenggu. Mencinta hanya membuatku candu akan rindu. Itu saja yang ingin aku gantung di masa lalu. Kenangan, mimpi dan harapan bukan untuk aku gantung diruang gerakmu. Karena itu hanya akan membuatku semakin tak tahu malu.
Hari ini, esok dan seterusnya kamu tetap jadi kamu dan aku tetap jadi aku. Kebencian mu akan setiap untaian kata ini tak mampu ku baca dan resapi. Kegelisahanmu hanya akan taburkan luka dihatiku. Akan tetap ada pelangi yang menaungi setiap jejak langkah sepi. Kesadaran membakar emosi, tinggalkan aku jauh lagi.
Pantai yang tinggalkan jejakmu tak patut aku ikuti diam-diam. Hanya akan semakin memburam. Sengsarakan kalut yang menggelayut. Surya yang tenggelamkan kamu dari mataku. Seketika aku caci karena biarkan kembali mati. Sekencang apapun aku tarik ujung nyiur yang melambai. Terlampau rendah aku berbediri. Ku tundukkan kepala di ujung kaki, tetap tak terlampaui. Cukup aku berbagi kata yang tak berarti. Saatnya kini aku kembali. Lenyapkan jejak dibalik sapuan ombak pagi. Jaga diri dan hatimu, jangan terluka lagi. Namamu masih terselip dalam setiap do’aku. Sampai nanti, ketika Tuhan ijinkan aku untuk kembali.





Note  : Harapan itu selalu ada. Tetapi aku tak ingin terlarut kembali dalam harapan palsu yang aku buat sendiri padamu. Cukup pada Tuhan saja aku berharap dan bergantung. 



Sunday, 8 March 2015

Just Post 3

Hai dears.....
Jatuh cinta itu begini ya. Ini anugrah yang bisa menjebak kita sekaligus menyelamatkan kita di dunia ini. Dears aku cinta dia yang tak aku kenal dan mengenal aku. Aku yakin ini sebagian dari proses pendewasaan diri yang tak semua orang mengalaminya. Aku jatuh cinta lagi pada dia yang penyedih dan kadang tertutupi kesedihannya dengan kecemerlangan karir dan prestasinya. Aku jatuh cinta pada dia yang pandai merangkai kata-kata indah yang menakjubkan. Bukan hanya kata yang ia rangkaikan, akan tetapi makana yang dalam dibalik kata-kata yang ia rangkaikan. Aku tahu diri Dears, aku tak sebanding dengannya.
Dears....apa kamu percaya cinta pada pandangan pertama????. Kalau aku sih percaya Dears... karena aku pernah mengalaminya 3x. Ini aneh dan tak masuk akal, scenario Allah memang tak terduga dears. Selalau mengejutkan dan tiba-tiba dears. Dears aku tahu aku ini hanya manusia biasa, saat ini aku hanya ingin menjalankan kehidupanku dengan baik dan bermakna. aku juga sadar kini aku pengangguran yang cuma bisa bantu-bantu di rumah. Aku juga sedang mengusahakan untuk mendapatkan pekerjaan kembali dears, dan semoga kali ini pengajuan beasiswaku ada yang lolos dears. aku tak berharap banyak bisa bertemu jodoh dalam waktu dekat ini, yang pasti aku hanya ingin masa mudaku bermanfaat dan mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Aku yakin suatu saat nanti allah akan mempertemukan aku dengan jodohku kelak yang akan membimbing dan bersama-sama membangun keluarga islami yang diridhoi Allah. Meskipun belum diijinkan didunia, aku yakin insya allah di akhirat kelak.
Dears sebenarnya aku sangat ingin dia tahu apa yang ada di hati ini. Aku hanya tak ingin saja mengulangi kesalahan yang sama dears. Bisa saja dia semakin tak suka dan malah memblacklist aku sebagai wanita yang kurang sopan yang pernah dia kenal. Meskipun ungkapan itu hanya melalui email dears. Dears....aku hanya bisa mendoakan dia dears. Semoga Allah selalu menjaga dia dimanapun dia berada, di mudahkan segala urusannya yang tertunda, menjaga hatinya hanya untuk aku yang tak dikenalnya ini, mempertemukan kami dengan cara yang baik dan ditempat yang baik. Doaku sedikit egois ya dears. heeeeheeee... Dears pokoknya 'aku mah apa atuh', cuman bisa doain dia yang terbaik dan tetep sayang meski tak bisa bersama dan mendukungnya. Dears aku doakan juga semoga takada yang mengalami sama dengan apa yang aku alami saat ini. cukup aku saja dears yang kaya gini. Semoga semua orang bahagia.
Allah itu selalu memberi apa yang kita butuhkan dibanding apa yang kita inginkan.
Jodoh pasti bertemu dan akan cie...cie pada waktunya. Semangatttttt :)

Friday, 27 February 2015

Just Post 2

Selalu salah.....apapun yang aku lakukan pasti selalu salah. Aku tak mau menyalahkan Tuhan ataupun keadaan. Aku tahu aku memang bersalah. Takdir itu sudah ada jalannya dan pasti adanya. Setiap perjalanan hidup yang aku lalui itupun sebagian dari jalnnya takdir. Takdir itu pasti seperti jodoh, rizki, kematian, kelahiran maupun qada dan qadar kita selama hidup di dunia. Ilmu yang aku ketahui dan fahami memang tak seberapa dan aku sering melupakan apa yang pernah aku pelajari itu. Aku hanya manusia biasa yang selalu lalai dan melakukan kesalahan setiap detiknya.
 Apakah wajar setiap kelalaian dan ke bebalan aku ini????.
 Apakah memang aku ini tidak akan pernah bisa bertemu dengan jodohku dan hidup dalam kebahagiaan selamanya dengan sikap dan perilaku aku saat ini?????.
Apakah saya memang ditakdirkan menjadi manusia yang durhaka???
Apakah memang saya itu seburuk itu????
Apakah selamanya saya tidak akan pernah bersama dengan orang-orang yang saya cintai???
Apakah saya akan masuk neraka dengan semua perbuatan buruk saya yang durhaka????
Apakah seburuk itu saya ini hingga saya terlalu hina untuk bisa bahagia di dunia maupun diakhirat???
Apa yang harus saya lakukan untuk memperbaiki diri saya?????
ya Allah bantu aku. Bantu aku untuk menjadi lebih baik. Aku memang bersalah dan pantas mendapatkan ganjaran dari setiap perbuatan  saya didunia ini. Terlebih atas semua kedurhakaan yang saya lakukan ada diri saya, keluarga, sahabat maupun teman-teman. Aku tidak mau menyalahkan siapapun, Aku memang telalu bersalah. 
Semua pertanyaan itu memang harus aku pecahkan sendiri. Introspeksi diri harus terus aku lakukan. Aku akan selalu sayang sama kamu karena Allah. Aku tahu aku tak pantas kau sayangi. Hanya doa yang mampu mampu menyampaikan rasa sayangku dari jauh untukmu. Memang benar sayang dan cinta itu tak harus memiliki. Meskipun selamanya kau tak akan pernah tahu perasaanku, cukup saja allah yang tahu dan pembaca yang mungkin tak sengaja berkunjung ke blog saya ini. Aku akan berusaha untuk lagi mengulangi kesalahan yang lalu, tak perlu kamu tahu semua isi hatiku. Cukup aku yang rasa dan aku simpan dalam doaku. Aku yakin tidak ada yang tidak mungkin didunia ini selama allah masih mengijinkannya. 
Kesalahan tak pernah luput kita lakukan setiap detiknya didunia ini. Akan tetapi sampai seberapa keras usaha kamu untuk terus berusaha untuk memperbaikinya setiap detik pula. Karena kita tak pernah tahu kapan ajal akan menjemput. Entah detik ini, hari ini atau lusa, seminggu lagi, sebulan lagi ataukah setahun lagi sisa hidup yang Allah berikan untuk kita. Semoga Allah selalu melimpahkan Rahmat, Hidayah dan kasih sayang-Nya untuk kita semua. Amin

Thursday, 12 February 2015

Just You

Sampai disinikah kisahku ????.
Kembali terulang seperti dahulu.
Tak berkembang namun layu.
Sebelum tiba waktu saat bertemu.
Akar aku akan kembali rindu.

Memang tak pantas aku di tuju
Menjadi pelabuhan terakhirmu
Bisakah aku mengaku
Satu kata yang tak sanggup lagi membeku
Cairkan suatu kata pilu

Aku tak ingin lagi menduga-duga, apapun itu yang akan terjadi. Aku hanya ingin jujur dengan kata, hati dan tindakan yang aku buat. Aku tak ingin naif dengan seluruh perasaanku sendiri. Apa daya aku tak mampu ungkapkannya padamu. Sejujur apapun aku, kau tak akan pernah percaya padaku. Hubungan yang hanya aku yang rasa, itu bukanlah suatu hubungan, hanya anganku semata. Dunia maya bukanlah tempat pertemuan yang tepat bukan. Realita dan nyata itu yang lebih kau suka, dibanding dunia maya. Berteman dengan sembarang orang tak membuatmu tertarik. Terlebih denganku yang tak kau kenal sekalipun. Aku hanya mampu pandangimu dari kejauhan. Itu cukup membuatku bahagia. Entah sampai kapan aku akan terus begini. Menyanjung cinta yang tak mampu ku sampaikan. 

Oh.....God i need him. I know this is impossible. 





Tuesday, 3 February 2015

Maaf Ini Kesalahanku

{We stumbling upon each other is more than a mere coincidence, isn't it?
Like we're met to serve our purpose for a particular reason. If there's no particular reason, it is a particular reason.
The thing is I don't believe in coincidence as you don't believe in deity.
And the biggest irony, we fall for each othe
You said, life is determined by a series of conscious self decision making. Everything is logic and explainable.
Mystery is something you considered unraveled and unknown, yet. It's only matter of time (and research) until a mystery comes to surface.
To me, life is something I don't have a complete control over. Sure, some things are under my endeavor to change, but some things aren't
And yes, there are some mysteries that no matter how hard and long we try to unravel, they'll be remain mysteries.
Among our differences, we agree that tampering with each other's disposition is an inner disarray that we elatedly should carry on.
It's clear that no one wants their life thrown into chaos.
But to be fair, everyone has his chaotic period in their life in order to discover their own peace, their own order.
Even order is initially preceded by chaos, isn't it?
I don't even wish us to be like other couples who are eager to take refuge behind ideal concept of incessant happiness.
We're happy together. That's good enough for me. We're miserable together. That's also good enough for me. Together is the whole point.
I come to understanding love isn't always happiness. As Dostoevsky once said, "When there's is love, you can live even without happiness."
Eh, itu ada typo. They'll remain mysteries.}


Kesalahan....semua ini memang kesalahan, ini tak harus aku pelihara lebih lama lagi. Aku hanya manusia biasa yang selalu melakukan kesalahan, terutama kesalahan yang sama. Akibat dari kesalahan yang berulang aku lakukan, maka aku sendiri yang harus merasakan kepedihan ini. Segala sesuatu yang ia lakukan ingin ku ketahui, padahal dia bukan siapa-siapaku. Rasa penasaranku semakin bertambah-tambah setelah aku sadari rasa itu kembali mengisi relung hatiku. Terlebih aku yang sejak lama mengulang kembali kesalahan itu, kesalahan lama yang menyiksaku. Kesalahan tentang hatiku sendiri, jatuh hati pada orang tidak tepat dan tak nyata bagiku. Aku ingin berfikir realistis, bahwa cinta itu akan benar-benar nyata bila dijalani dengan orang yang nyata pula dan bukan dengan orang yang semu yang tak pernah aku temui sama sekali. 
Entahlah..... ini permainan Tuhan untukku yang lalai ini. Ataukah ini sebagai akibat dari permasalahan yang aku buat sendiri. Aku tak ingin menyalahkan Tuhan yang maha pemurah padaku. Aku sadar ini ujian Tuhan untuk aku yang diusia segini masih melajang dan terlalu egois dalam semua pengambilan keputusan. 
Diusia muda aku terlalu sering mengambil keputusan sendiri tanpa pernah melibatkan orang lain terutama orang tua. Hidup dalam demokrasi yang tinggi tak membuat aku bahagia. Padahal kebanyakan anak-anak di usiaku sekarang ataupun remaja dulu sangat menginginkan kebebasan dari orang tuanya. Kebebasan tersebut bisa mereka gunakan untuk bebas berpacaran, bermain sesuaknya dan lain sebagainya. Aku tak setuju dengan pendapat mereka, karena nyatanya aku membatasi diri sendiri dengan kebebasan yang diberikan orang tuaku itu. Hingga kini aku masih membatasi diri dari pergaulan yang kurang baik, pacaran dan melakukan hal-hal yang menurutku sia-sia. Hal itu semua justru menjadi bumerangku saat ini untuk menemukan belahan jiwaku. Tetapi aku akan tetap yakin dan bersabar bahwa memang Tuhan masih menyimpan belahan jiwaku entah jauh dimana. Sekuat tenaga dan usaha aku coba untuk berteman dan meminta bantuan sahabat-sahabatku untuk mencarikan calon untukku, semuanya tak pernah berhasil. Ada beberapa aku memberanikan diri ingin berkenalan dengan seseorang, hasilnya tetap sama tak ada yang berhasil. Kini aku sadar aku lebih butuh Tuhan dibandingkan pasangan yang tak kunjung ku temui. Aku pasrah.
Tak ada tempat aku berbagi lagi kecuali tuhan dan blog ini. Tak ada yang bisa memahami diriku kecuali tuhan dan diriku sendiri. Sebenarnya aku tak ingin memperdulikan dia lagi yang aku sukai. Namun kau masih saja mencari informasi tentangnya di media sosial, karena hanya dari sana aku bisa tahu keadaannya. Ini sejenis memata-matai, tapi salahkah aku. Karena aku tak mampu menghapusnya begitu saja dari fikiranku. Aku tak pernah mengharapkan apapun dari beberapa orang yang pernah aku sukai. Aku hanya ingin mereka tahu bahwa aku menyukainya, itu saja. Terserah mereka mau balik menyukaiku atau tidak, atau justru membenci dan ilfeel pada aku yang menyukainya. Itu hak mereka dan akupun berhak menyukainya. 
Terkadang aku benci diriku sendiri. Apalah aku ini yang tak berrati, tak memiliki kemampuan, tidak pintar, tidak berpenampilan menarik, dan tidak populer. Tak sebanding aku denganmu yang aku sukai, terlalu tinggi kualiatasmu untuk aku yang tidak ada apa-apanya ini. Maafkan aku saat ini aku masih sangat menyukaimu, menyukai semua yang ada padamu, kekurangan ataupun kelebihanmu yang aku tahu dari penelusuranku. Maafkan aku tak pernah berani muncul dan mengungkapkan semuanya. Karena pernah aku coba mengungkap jati diriku, sepertinya kamu tidak pernah tertarik. Terbukti dengan semua email yang aku kirimkan padamu. Aku ini mungkin perempuan terberani dimuka bumi ini yang pernah kau temui, inilah aku yang seperti ini. Ini semua aku ungkapkan bukan karena aku ingin balasan. Lagipula kecil kemungkinan kamu sadar aku ini ada dan tulisan yang kau muat aku muat kembali dalam tulisanku ini. Maaf aku selalu mengganggu kehidupanmu. Meski kau dekat dengan salah satu sahabatku, aku tak berniat meminta sahabatku mendekatkanmu denganku. Cukup aku dan beberapa sahabaku saja yang tahu bagaimana perasaanku padamu. Aku yakin cinta itu tahu kemana harus pulang. Semoga kamu bahagia dan menemukan belahan jiwamu. 
I will always suport you
i will always love you
Akarliar




Wednesday, 21 January 2015

Just Post

Istirahat sejenak dari segala aktivitas yang dulu aku kerjakan setiap hari. hari-hariku kini aku habiskan dengan mengurus rumah, bersih-bersih, membaca buku, nonton drama korea yang aku suka dan kadang aku menulis. Sebenarnya tidak enak juga sih terlalu lama diam dirumah dan tak banyak yang dikerjakan. mamah jadi banyak ngomel gak karuan karna aku tak kunjung melamar ke sekolah-sekolah juga. Sekalinya aku ngelamar dan wawancara aku dipermalukan akibat aku sudah terlalu lama tak mengajar, dan ujung-ujungnya aku nganggur kembali. Aku tahu mengajar itu tidakmudah,tapi akukan tetap mencobanya semampu yang aku bisa. Aku tidak perduli dengan mereka yang mengatakan akuu tidak mampu dalam mengajar, dan mengajar bukan passionku. memang siapa dia bisa berkata seenaknya tanpa tahu aku mampu atau tidak ketika menghadapi anak-anak dalam mengajar. Baru sekali melihat aku presentasi saja sudah menjugde saya tak mampu. padahal teman-temanku semuanya menggangap aku layak dan mampu, entah itu hanya alasan saja tak ingin menerima aku mengajar disana atau apapun itu alasannya aku tak perduli lagi. 

Rencana traveling yang sudah di susun dan di rencanakan jauh-jauh hari sampai kini belum terealisasi juga. Banyak alasan yang membuat itu belum terwujud juga, yang pasti semoga kali ini berjalan lancar.

Aku akan mencoba untuk move on lagi dari semuanya, dari kamu, dari dia, dan dia, dari semua yang berhubungan dengan lelaki. Aku hanya ingin fokus pad apa yang aku jalani saat ini, tak ingin bertarget dan tak ingin muluk-muluk menjalaninya. aku cuma pengen jalanin begitu saja tanpa beban. Apakah esok atau lusa Allah pertemukan aku dengan jodohku, aku akan sangat bersyukur, setidaknya Allah sudah membuka tabir yang selama ini menghalangi kami bertemu. Sekarang atau nanti itu sama saja, yang terpenting aku hanya inginbersyukur dengan apa yang allah berikan padaku. Tak terhitung segala nikmat yang diberikannya-Nya. Baik atau buruk segala ketetapannya akan aku terima dengan ikhlas. Sejatinya itu terlaksana atas dasar cinta Allah yang tiada tara padaku. aku akan tetap bermimpi, berharap, berusaha dan berdoa untuk semua yang aku jalani sekarang. Allah maha tahu apa yang aku butuhkan dibanding apa yang aku inginkan. 






Sunday, 18 January 2015

Jaga Dia Untukku Tuhan

Hidup itu terus berlaju, beriringan bersama berputarnya bumi, bulan, bintang dan matahari yang berputar-putar pada poros dan rotasinya. Begitu pula hidupku, hidup yang sebenarnya masih tak aku fahami dengan benar. Pertanyaan-pertanyaan itu selalu berkutat di kepala ini hingga aku terkadang kehabisan kata-kata untuk menjawabnya. Aku tahu ini dinamakan proses hidup, proses yang harus aku lalui dikala aku tersadar bahwa untuk apa dan harus bagaimana aku menjalani hidup ini dengan benar. Aku yakin bukan hanya aku yang bisa merasa dan mengalami ini. Pasti ada atau bahkan setiap manusia pernah mengalami hal serupa denganku. Akan tetapi aku belum pernah menemukan atau memang aku yang kurang mencari informasi tentang perasaan-perasaan seperti yang aku alami sekarang ini. 

Aku ini penuh mimpi dan cita, tapi aku belum juga mampu meraih apa yang aku impikan dan cita-citakan. Diusia aku saat ini seharusnya aku sudah berkeluarga, memiliki pasangan, anak, karir cemerlang dan kehidupan yang menyenangkan. Apa itu hanya akan jadi mimpiku semata, ataukah mungkin akan aku alami juga seperti kebanyakan orang normal pada umumnya. Aku cukup bersabar dan ikhtiar dengan segala scenario yang Tuhanpersiapkan untukku. Entahlah aku tak tahu juga apa yang akan terjadi beberapa detik kedepan, menit, jam, hari, dan esok kedepannya. Toh aku tak tahu sampai kapan Tuhan akan memberikan aku nafas hingga detik ini. Sebisa mungkin aku hanya mampu berusaha menjadi lebih baik lagi. Meskipun aku tak bisa menjalankannya dengan sempurna.

Manusia memang hanya bisa bermimpi dan berencana, tetapi Tuhanlah yang memutuskannya mu jadi sepeti apa dan bagaimana kita kelak. Oh....Tuhan, Rabb semesta alam yang pemurah dekatkan aku dengan-Mu hingga kelak aku akan dekat dengannya karena-Mu. tak ingin aku dekat dengan kekasih yang tak dekat dengan-Mu. Karena bagiku kebahagiaan yang hakiki hanya bersama-Mu. Segala milikku ini hanya milik-Mu, bahkan jiwa dan raga ini bukan milikku sendiri. Aku ingin berpulang di pangkuan-Mu dengan kekasih yang lebih mencintai Engkau dibanding aku yang ada dalam genggamannya. Kuatkan, sehatkan,dan berilah kesabaran untuk kedua orang tuaku hingga aku mampu berbakti dan membalas semua pengorbanannya demiku. 

Jodoh, takdir, rizki, hidup dan mati itu sudah ada ketetapannya. Siapa sih yang tak ingin bersama dengan orang yang dicintainya. Siapa sih yang tak ingin bisa membahagiakn kedua orang tuanya. siapa sih yang tak ingin berkeluarga diusia muda. Tak ada yang salah dan patut dipersalahkan, begini sudah jalannya. Orang yang tak tahu selalu menyalahkanku, "ya iyalah terlalu pemilih..., ya iyalah sekolahnya ketinggian sih, makanya gda yang mau deketin.....,ya ialah terlalu menutup diri dan gak gaul...., ya iyalah terlalu sok suci...., ya iyalah terlalu banyak kriteria makanya pada ngabur". Semua kata-kata itu terlalu menyakitkan. Itu cambukan untukku, seperti itukah aku dimata mereka hingga tanpa disadari pendapat seperti itu muncul dan menyebar. Terkadang aku menyalahkan diriku sendiri, orang tua, teman-teman, bahkan Tuhan. akan tetapi hal itu justru akan membuat aku semakin menjadi pecundang yang tak mau menerima kenyataan bahwa seburuk itukah aku. 

Aku cukup bahagia dengan kehidupan yang tuhan beri padaku. Begitu banyak proses perjalanan hidup yang telah aku lalui selama 25 tahun ini, terima kasih Tuhan. Banyak kesalahan baik sikap dan perbuatan yang aku lakukan, tak terhitung jumlahnya yang disadari maupun yang tak aku sadari. Tuhan begitu sayang padaku, Selalu menjaga aku dan menghindarkan aku dari orang-orang yang ingin berbuat jahat padaku. Kasih sayangnya tiada tara. Sampai saat ini aku tak mengerti dengan perasaan yang aku miliki untuk orang-orang asing tak ku kenal langsung. Cinta memang tak tahu tempat dan tak tahu kapan datang dan perginya, pada siapa dan bagimana caranya. Ajaibnya kini untuk yang kedua kalinya aku jatuh hati lagi, tepatnya aku berhasil move on dari orang asing yang selama 6 tahun aku kagumi dan kasihi. Hingga akhirnya aku putuskan tak melanjutkan perasaanku itu, karena dia memang punya perasaan yang sama sepertiku. Lepas darinya begitu menyulitkanku. Mungkin karena sudah terlalu dalam perasaan itu. Meskipun begitu aku cukup bahagia, kini dia bisa bahagia dengan kehidupannya dengan atau tanpa kehadiranku yang mengusiknya. 

Sekarang ini aku kembali terjetrat cinta semu itu, cinta yang hampir 6 tahun hiasi hari-hariku, memotivasi, menginspirasi aku berkarya dan menyelesaikan kuliahku hingga lulus dan bekerja. Aku tak menyesal telah menciintainya, karena begitu banyak hikmah yang aku petik darinya. Hm.....cinta, cinta dan cinta, kalau ngomongin cinta pasti tak ada habisnya. Aku cukup bisa mencitamu dalam doa  dan dukungan saja. Aku akan bahagia melihat kamu bahagia meskipun aku tak bisa bersamamu. Cinta memang tak harus memiliki dan saling bertemu. Cukup di dunia maya kita bersua. Tuhan tahu kapan kita akan dipertemukannya, Tuhan juga tahu dengan pertemuan kita yang bukan tanpa alasan. Pasti dengan sebuah alasan mengapa aku bisa jatuh hati padamu dengan segala kekurangan dan kelebihanmu yang tak masuk akan ini. Aku yakin  dengan kita tak bersua langsung, bertatap muka langsung, dan berkomunikasi secara langsung, tuhan telah menyelamatkan aku dan kamu dari perbuatan yang tidak baik dan cintaku ini akan jadi cinta yang tulus dan murni tanpa ada embel-embel ingin dapat balasan darimu. karena cinta tak butuh alasan dan balasan. Cukup dirasakan dan dinikmati kehadirannya. Free. Itulah hakikat cinta tulus dan murni yang sesungguhnya.



Semangatttttttttttttttttttttt
Semangatttttttttttttttttttttt
Aku akan tetap mencintaimu, dan mendoakanmu yang terbaik. Karena Tuhan akan selalu menjagamu dengan atau tanpa aku, kelak engkau bersanding hingga ke syurga. 


Tuhan.......jaga dia untukku.
Kekasih yang tak mampu kuraih
Seperti asap yang melebur diudara
Seperti angin yang cukup aku rasakan sejuknya
Tuhan.....Jaga dia untukku.




Saturday, 17 January 2015

Motivasi

Hidup itu memang berliku. Kadang mulus seperti jalan tol kadang berliku dan berlubang seperti jalan pegunungan. Ketika kita diuji dan di remehkan orang lain, janganlah engkau menyalahkan Tuhan ataupun orang lain. Akan tetapi introspeeksi dirilah, karena mungkin benar diri kita ini yang bersalah. Tetapi kita juga yang terlalu mendengarkan apa kata orang lain, karena yang tahu siapa dan bagaimana diri kita ya hanya diri kita dan Tuhan yang tahu.

Kebanyakan orang hanya bisa menjugde orang lain, tanpa tahu dan sadar akan kemampuan dirinya sendiri pula. Maka dari itu sebagai manusia yang penuh kekurangan, Alangkah bijaknya kalu kita tidak berbuat seperti apa yang orang lainlakukan terhadap diri kita. Intinya jangan pernah membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi dengan kebaikan. Kitapun harus sadar jikalau orang lain itu tidak menegur atau bahkan mengkritik diri kita, mungkin saja kita tidak akan termotivasi untuk maju dan berubah. 

Setiap kejadia pasti selaluada hikmahnya, dan kita harus pandai untuk menyadarinya agar tak terulang dikemudian hari. Sehingga kita mampu menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat bagi diri kita maupun orang lain.





Semangtttttttttt
Semangatttttttt
Meski hati rapuh dan terkulai
Dipelataran mimpi yang menggenang
Tersayat kata yang menghilang
Dibalik anggunnya kiasan. 
Hilang.....
Hilang.....
Bergeming tak berkesudahan
Terjal....
Terjal....
Berundaka beriakan
Terbanting di dahanan pertautan
Teruji di kegersangan
Menjalar di pijakan tak bertuan

Jeruji nyali kebobolan
Tak bertirai impian
Hancur tak berkesudahan
Sisakan serpih yang berserakan
Lukai setiap keindahan
Tinggal....
Tinggal....
Sisakan nanar di bibir kekeringan
Berucap ilusi di kegelapan
Bertabur pedih di mata sanjungan
Tak ingkar dari kesepian
Biaskan.


 ****************************************************************************>>>>


Dalam Semu Aku Menjadi Candu
Candu yang Ingin Aku Sematkan Pilu
Dibalik awan Merindu
Tanya Tawa Segurat Madu

Di Pipi Pagi Nansembilu
Mencermin Jingga Di Urat Malu

Aku Tahu Itu Kamu
Yang Melamun Si Mata Biru
Candu

Add caption

Sunday, 4 January 2015

Love

Pertanyaan kali ini.
Apakah kalian semua pernah merasakan jatuh cinta?
Bagaimana rasanya???
Setelah jatuh cinta apakah kalian pernah merasakan juga patah hati?
Apakah kalian juga pernah merasakan sakit dan bahagia sendiri saat jatuh cinta pada orang yang tidak tepat?
Bagaimana perasaan kalian ketika kalian harus melihat orang yang kalian cintai mencintai orang lain dan bukan kalian?
Apa penyebab kalian tidak bisa memperoleh cinta yang sebaliknya dari orang yang kalian cintai?
Apakah kalian bisa bertahan selama beberapa waktu dengan kisah cinta kalian yang semu??

Begitu banyak pertanyaan, begitu banyak kisah cinta. Ada yang happy ending, ada yang biasa saja, ada yang menderita sampai akhir "cinta bertepuk sebelah tangan", dan ada juga yang di pendam hingga akhir hayatnya. Bagiamana dengan kisah cinta kalian.

Aku tak ingin lagi jatuh cinta pada orang tidak tepat. Aku salah semuanya telah terlambat, aku telah terlanjur jatuh cinta lagi untuk yang kedua kalinya. Pada dia yang semu yang jauh disana sedang menikmati masa liburannya di tempat yang sangat jauh berkilo-kilo meter dari tempat aku berada saat ini. Aku harap dia baik-baik saja dan kembali dengan selamat dari perjalanannya. Entah mengapa dan bagaimana aku bisa jatuh cinta lagi pada seorang laki-laki setelah semuanya hancur dan tak bersisa lagi dihati ini. Aku bersyukur karena Tuhan masih mau memberikan aku rasa cinta seperti pada orang lain. Masa lalu memang hanya untuk dikenang dan di jadikan pelajaran untuk kehidupan selanjutnya. Namun pada akhirnya aku kembali terjebak pada cinta semu yang sama seperti beberapa tahun silam, meski pada orang yang berbeda.

Ya jatuh cinta memang benar-benar membuatku gila dan aku sanggup untuk melakukan apapun agar aku bisa melihatnya, mendengar tawanya, bahkan bisa bersamanya. Segala perhatian aku kerahkan untuknya, Aku tunjukkan dengan banyak hal seperti aku selalu mengirimkan dia puisi-puisin yang begitu saja tercipta karenanya, perhatian yang aku berikan meski ruang dan waktu memisahkan kami berjuta-juta kilometer jaraknya. Aku tak lelah ataupun bosan mendengar ceritanya, dan berlaku menjadi sahabatnya yang baik. Ku fikir semua itu bisa ia rasakan tanpa aku mengungkapkannya. Aku salah atas semua perhatian balik yang dia berikan padaku. Itu semua hanya caranya untuk membalas semua perhatianku selama ini hanya sebagai "Sabahat dan Adik".

Aku sempat terguncang dengan semua yang aku dengar saat aku mendengar apa yang dia kata waktu itu. Aku sadar banyak waktu yang terbuang hanya untuk memikirkannya. Aku harus bisa berpaling darinya dan melanjutkan hidup yang masih panjang. Akhirnya setelah aku merenung dan menyadari bahwa hubungan ini tak bisa aku lanjutkan meski hanya sebagai sahabat atau adik dengannya. Aku tak ingin lebih banyak waktu lagi aku buang-buang percuma untuk menunggunya. Maka detik itu juga aku putuskan untuk memberi tahunya tentang perasaan ini yang telah lama berkecamuk, dalam...bahkan terlalu dalam tuk diungkapkan dengan apapun. Aku sadar aku tak pantas untuknya, perasaan rendah diri inilah yang membuatku kalah dan tak lagi memperjuangkannya. Aku berusaha mencari benda yang akan aku berikan padanya sebagai kenang-kenangan, setelah aku putuskan untuk menjauh dan tak muncul lagi dihadapannya untuk selamanya. Biarkan Tuhan dan waktu yang akan pertemukan kami kembali.

Aku memilih sebuah kaos dan buku diary merah yang berisi semua tulisan puisi-puisi yang tercipta ketika aku jatuh cinta padanya dengan tanganku sendiri. Entahlah... apa dia tidak ingin merasa mempunyai hutang budi atau apapun yang pasti dia memberikan aku kenang-kenangan berupa kalung dan gelang dari batu kecubung berwarna biru keputihan. Katanya batu itu batu-batu asli dari kalimantan dan di sini jarang ada yang serupa. Aku senang dia memberiku kenang-kenangan juga, sekaligus sedih karena kisah cintaku tak sama seperti cerita-cerita picisan di novel yang sering aku baca. akan tetapi aku belajar dari semua itu bahwa cinta memang tak harus memiliki dan bersama. Dimanapun dia berada saat ini aku harap dia sehat selalu dan bertemu dengan belahan jiwanya, dan itu bukan aku.


Heart Blue Sea
Heart Blue Sea. Kalung dan gelang itu aku namai begitu hanya karena berwarna biru dan bening. Seperti beningnya air laut yang membiru karena dalamnya dan pantulan dari langit. Aku suka dengan nama itu meski sederhana namun dalam maknanya. Sedalam perasaanku saat itu padanya. 

Sudah cukup bagiku aku jatuh cinta padanya, karena cinta itu juga mampu mendewasakan aku dalam berbagai hal. Kini aku berhasil melupakannya, sesekali aku teringat padanya, cukup ingat dan tak perlu aku rusak diriku dengan cintanya lagi.

Aku akan berjuang lagi melupakan dia. Ya....dia. Dia yang kini kembali mengisi relung hatiku yang telah hancur. Dia begitu menawan hingga aku mampu melupakan dia yang dulu menyia-nyiakan aku. Dia yang ini lebih memberiakn aku motivasi untuk tetap berjuang dan bersemangat mengejar impianku dibanding aku mengejar perasaan yang tak ada habisnya. aku bangga padanya meski tak sekalipun kami bertemu. Aku sadar perasaanku kali ini hampir sama dengan yang dulu. Aku tak ingin mengulangi kesalahan seperti dulu. Perasaanku cukup aku, Tuhan  dan sahabatku yang tahu. Dia tak perlu tahu, karena percuma saja dia tak mengenalku.

Aneh memang kisah cintaku, jatuh cinta berkali-kali padaorang asing yang tak dikenal sekalipun. Sempat terbersit aku minta dikenalkan pada sabhabatku dengannya. Aku urungkan niat itu, karena mana mungkin dia mau berkenalan juga denganku. Aku akan berjuang mewujudkan mimpiku, mimpi-mimpi yang tertunda selama ini dibandingkan mengejar cinta-cinta semuku. Biarkan Tuhan yang pertemukan aku secara alami dengan kekasihku kelak. Aku akan menunggu sampai Tuhan tunjukannya jalan takdirnya. Karena Tuhan tahu apa yang aku butuhkan dibanding yang aku nginkna di dunia ini. 

Hei.... kamu....dan kamu.....aku akan berjuang, berjuang untuk melupakan kalian seutuhnya. Karena cinta sejatiku hanya untuk Tuhanku dan bukan untuk kalian yang selalu menyia-nyiakan cintaku. Welcome new years....new life.......and new insfiration. 

Assobru minal iman
La Tahzan Inallaha ma'ana

^_^