Saturday, 12 April 2014

Bisu

Terhenyak mimpi di ujung jalan keterpurukan
Merapi merah muntahkan seluruh tangis dalam kelam
Gertakan alam terpaku disunyinya malam
Memberondong segala sesal yang tak berkesudahan

Ingkari mimpi yang kian detik kian menghantui
Hari-hari sunyi semakin payungi naluri
Bergetar dalam puncak ego semesta hati
Sembunyi di semak-semak keangkuhan imaji

Tiada langit yang sudi tuk sanjungi
Berbagi harap semu walau setitik api
Semakin gelapkan langkah yang berarakan
Tiada arah,,,hanya jumpai keterasingan

Disana...
Dilangit yang sama menaungi mimpi
Berapi-api dan malu-malu tuk akui
Hasrat berkecamuk di setiap pijakan yang dititi
Ingkari, jenuhkan raga yang membumbung tinggi

Keterikatan mawar dan mentari
Hinggapi ranting-ranting rapuh tak terselami
Jingganya siluet takarkan semua yang diuji
Mimpi, Imaji, Hati, Getirkan halusinasi










No comments:

Post a Comment