Wednesday, 21 January 2015

Just Post

Istirahat sejenak dari segala aktivitas yang dulu aku kerjakan setiap hari. hari-hariku kini aku habiskan dengan mengurus rumah, bersih-bersih, membaca buku, nonton drama korea yang aku suka dan kadang aku menulis. Sebenarnya tidak enak juga sih terlalu lama diam dirumah dan tak banyak yang dikerjakan. mamah jadi banyak ngomel gak karuan karna aku tak kunjung melamar ke sekolah-sekolah juga. Sekalinya aku ngelamar dan wawancara aku dipermalukan akibat aku sudah terlalu lama tak mengajar, dan ujung-ujungnya aku nganggur kembali. Aku tahu mengajar itu tidakmudah,tapi akukan tetap mencobanya semampu yang aku bisa. Aku tidak perduli dengan mereka yang mengatakan akuu tidak mampu dalam mengajar, dan mengajar bukan passionku. memang siapa dia bisa berkata seenaknya tanpa tahu aku mampu atau tidak ketika menghadapi anak-anak dalam mengajar. Baru sekali melihat aku presentasi saja sudah menjugde saya tak mampu. padahal teman-temanku semuanya menggangap aku layak dan mampu, entah itu hanya alasan saja tak ingin menerima aku mengajar disana atau apapun itu alasannya aku tak perduli lagi. 

Rencana traveling yang sudah di susun dan di rencanakan jauh-jauh hari sampai kini belum terealisasi juga. Banyak alasan yang membuat itu belum terwujud juga, yang pasti semoga kali ini berjalan lancar.

Aku akan mencoba untuk move on lagi dari semuanya, dari kamu, dari dia, dan dia, dari semua yang berhubungan dengan lelaki. Aku hanya ingin fokus pad apa yang aku jalani saat ini, tak ingin bertarget dan tak ingin muluk-muluk menjalaninya. aku cuma pengen jalanin begitu saja tanpa beban. Apakah esok atau lusa Allah pertemukan aku dengan jodohku, aku akan sangat bersyukur, setidaknya Allah sudah membuka tabir yang selama ini menghalangi kami bertemu. Sekarang atau nanti itu sama saja, yang terpenting aku hanya inginbersyukur dengan apa yang allah berikan padaku. Tak terhitung segala nikmat yang diberikannya-Nya. Baik atau buruk segala ketetapannya akan aku terima dengan ikhlas. Sejatinya itu terlaksana atas dasar cinta Allah yang tiada tara padaku. aku akan tetap bermimpi, berharap, berusaha dan berdoa untuk semua yang aku jalani sekarang. Allah maha tahu apa yang aku butuhkan dibanding apa yang aku inginkan. 






Sunday, 18 January 2015

Jaga Dia Untukku Tuhan

Hidup itu terus berlaju, beriringan bersama berputarnya bumi, bulan, bintang dan matahari yang berputar-putar pada poros dan rotasinya. Begitu pula hidupku, hidup yang sebenarnya masih tak aku fahami dengan benar. Pertanyaan-pertanyaan itu selalu berkutat di kepala ini hingga aku terkadang kehabisan kata-kata untuk menjawabnya. Aku tahu ini dinamakan proses hidup, proses yang harus aku lalui dikala aku tersadar bahwa untuk apa dan harus bagaimana aku menjalani hidup ini dengan benar. Aku yakin bukan hanya aku yang bisa merasa dan mengalami ini. Pasti ada atau bahkan setiap manusia pernah mengalami hal serupa denganku. Akan tetapi aku belum pernah menemukan atau memang aku yang kurang mencari informasi tentang perasaan-perasaan seperti yang aku alami sekarang ini. 

Aku ini penuh mimpi dan cita, tapi aku belum juga mampu meraih apa yang aku impikan dan cita-citakan. Diusia aku saat ini seharusnya aku sudah berkeluarga, memiliki pasangan, anak, karir cemerlang dan kehidupan yang menyenangkan. Apa itu hanya akan jadi mimpiku semata, ataukah mungkin akan aku alami juga seperti kebanyakan orang normal pada umumnya. Aku cukup bersabar dan ikhtiar dengan segala scenario yang Tuhanpersiapkan untukku. Entahlah aku tak tahu juga apa yang akan terjadi beberapa detik kedepan, menit, jam, hari, dan esok kedepannya. Toh aku tak tahu sampai kapan Tuhan akan memberikan aku nafas hingga detik ini. Sebisa mungkin aku hanya mampu berusaha menjadi lebih baik lagi. Meskipun aku tak bisa menjalankannya dengan sempurna.

Manusia memang hanya bisa bermimpi dan berencana, tetapi Tuhanlah yang memutuskannya mu jadi sepeti apa dan bagaimana kita kelak. Oh....Tuhan, Rabb semesta alam yang pemurah dekatkan aku dengan-Mu hingga kelak aku akan dekat dengannya karena-Mu. tak ingin aku dekat dengan kekasih yang tak dekat dengan-Mu. Karena bagiku kebahagiaan yang hakiki hanya bersama-Mu. Segala milikku ini hanya milik-Mu, bahkan jiwa dan raga ini bukan milikku sendiri. Aku ingin berpulang di pangkuan-Mu dengan kekasih yang lebih mencintai Engkau dibanding aku yang ada dalam genggamannya. Kuatkan, sehatkan,dan berilah kesabaran untuk kedua orang tuaku hingga aku mampu berbakti dan membalas semua pengorbanannya demiku. 

Jodoh, takdir, rizki, hidup dan mati itu sudah ada ketetapannya. Siapa sih yang tak ingin bersama dengan orang yang dicintainya. Siapa sih yang tak ingin bisa membahagiakn kedua orang tuanya. siapa sih yang tak ingin berkeluarga diusia muda. Tak ada yang salah dan patut dipersalahkan, begini sudah jalannya. Orang yang tak tahu selalu menyalahkanku, "ya iyalah terlalu pemilih..., ya iyalah sekolahnya ketinggian sih, makanya gda yang mau deketin.....,ya ialah terlalu menutup diri dan gak gaul...., ya iyalah terlalu sok suci...., ya iyalah terlalu banyak kriteria makanya pada ngabur". Semua kata-kata itu terlalu menyakitkan. Itu cambukan untukku, seperti itukah aku dimata mereka hingga tanpa disadari pendapat seperti itu muncul dan menyebar. Terkadang aku menyalahkan diriku sendiri, orang tua, teman-teman, bahkan Tuhan. akan tetapi hal itu justru akan membuat aku semakin menjadi pecundang yang tak mau menerima kenyataan bahwa seburuk itukah aku. 

Aku cukup bahagia dengan kehidupan yang tuhan beri padaku. Begitu banyak proses perjalanan hidup yang telah aku lalui selama 25 tahun ini, terima kasih Tuhan. Banyak kesalahan baik sikap dan perbuatan yang aku lakukan, tak terhitung jumlahnya yang disadari maupun yang tak aku sadari. Tuhan begitu sayang padaku, Selalu menjaga aku dan menghindarkan aku dari orang-orang yang ingin berbuat jahat padaku. Kasih sayangnya tiada tara. Sampai saat ini aku tak mengerti dengan perasaan yang aku miliki untuk orang-orang asing tak ku kenal langsung. Cinta memang tak tahu tempat dan tak tahu kapan datang dan perginya, pada siapa dan bagimana caranya. Ajaibnya kini untuk yang kedua kalinya aku jatuh hati lagi, tepatnya aku berhasil move on dari orang asing yang selama 6 tahun aku kagumi dan kasihi. Hingga akhirnya aku putuskan tak melanjutkan perasaanku itu, karena dia memang punya perasaan yang sama sepertiku. Lepas darinya begitu menyulitkanku. Mungkin karena sudah terlalu dalam perasaan itu. Meskipun begitu aku cukup bahagia, kini dia bisa bahagia dengan kehidupannya dengan atau tanpa kehadiranku yang mengusiknya. 

Sekarang ini aku kembali terjetrat cinta semu itu, cinta yang hampir 6 tahun hiasi hari-hariku, memotivasi, menginspirasi aku berkarya dan menyelesaikan kuliahku hingga lulus dan bekerja. Aku tak menyesal telah menciintainya, karena begitu banyak hikmah yang aku petik darinya. Hm.....cinta, cinta dan cinta, kalau ngomongin cinta pasti tak ada habisnya. Aku cukup bisa mencitamu dalam doa  dan dukungan saja. Aku akan bahagia melihat kamu bahagia meskipun aku tak bisa bersamamu. Cinta memang tak harus memiliki dan saling bertemu. Cukup di dunia maya kita bersua. Tuhan tahu kapan kita akan dipertemukannya, Tuhan juga tahu dengan pertemuan kita yang bukan tanpa alasan. Pasti dengan sebuah alasan mengapa aku bisa jatuh hati padamu dengan segala kekurangan dan kelebihanmu yang tak masuk akan ini. Aku yakin  dengan kita tak bersua langsung, bertatap muka langsung, dan berkomunikasi secara langsung, tuhan telah menyelamatkan aku dan kamu dari perbuatan yang tidak baik dan cintaku ini akan jadi cinta yang tulus dan murni tanpa ada embel-embel ingin dapat balasan darimu. karena cinta tak butuh alasan dan balasan. Cukup dirasakan dan dinikmati kehadirannya. Free. Itulah hakikat cinta tulus dan murni yang sesungguhnya.



Semangatttttttttttttttttttttt
Semangatttttttttttttttttttttt
Aku akan tetap mencintaimu, dan mendoakanmu yang terbaik. Karena Tuhan akan selalu menjagamu dengan atau tanpa aku, kelak engkau bersanding hingga ke syurga. 


Tuhan.......jaga dia untukku.
Kekasih yang tak mampu kuraih
Seperti asap yang melebur diudara
Seperti angin yang cukup aku rasakan sejuknya
Tuhan.....Jaga dia untukku.




Saturday, 17 January 2015

Motivasi

Hidup itu memang berliku. Kadang mulus seperti jalan tol kadang berliku dan berlubang seperti jalan pegunungan. Ketika kita diuji dan di remehkan orang lain, janganlah engkau menyalahkan Tuhan ataupun orang lain. Akan tetapi introspeeksi dirilah, karena mungkin benar diri kita ini yang bersalah. Tetapi kita juga yang terlalu mendengarkan apa kata orang lain, karena yang tahu siapa dan bagaimana diri kita ya hanya diri kita dan Tuhan yang tahu.

Kebanyakan orang hanya bisa menjugde orang lain, tanpa tahu dan sadar akan kemampuan dirinya sendiri pula. Maka dari itu sebagai manusia yang penuh kekurangan, Alangkah bijaknya kalu kita tidak berbuat seperti apa yang orang lainlakukan terhadap diri kita. Intinya jangan pernah membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi dengan kebaikan. Kitapun harus sadar jikalau orang lain itu tidak menegur atau bahkan mengkritik diri kita, mungkin saja kita tidak akan termotivasi untuk maju dan berubah. 

Setiap kejadia pasti selaluada hikmahnya, dan kita harus pandai untuk menyadarinya agar tak terulang dikemudian hari. Sehingga kita mampu menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat bagi diri kita maupun orang lain.





Semangtttttttttt
Semangatttttttt
Meski hati rapuh dan terkulai
Dipelataran mimpi yang menggenang
Tersayat kata yang menghilang
Dibalik anggunnya kiasan. 
Hilang.....
Hilang.....
Bergeming tak berkesudahan
Terjal....
Terjal....
Berundaka beriakan
Terbanting di dahanan pertautan
Teruji di kegersangan
Menjalar di pijakan tak bertuan

Jeruji nyali kebobolan
Tak bertirai impian
Hancur tak berkesudahan
Sisakan serpih yang berserakan
Lukai setiap keindahan
Tinggal....
Tinggal....
Sisakan nanar di bibir kekeringan
Berucap ilusi di kegelapan
Bertabur pedih di mata sanjungan
Tak ingkar dari kesepian
Biaskan.


 ****************************************************************************>>>>


Dalam Semu Aku Menjadi Candu
Candu yang Ingin Aku Sematkan Pilu
Dibalik awan Merindu
Tanya Tawa Segurat Madu

Di Pipi Pagi Nansembilu
Mencermin Jingga Di Urat Malu

Aku Tahu Itu Kamu
Yang Melamun Si Mata Biru
Candu

Add caption

Sunday, 4 January 2015

Love

Pertanyaan kali ini.
Apakah kalian semua pernah merasakan jatuh cinta?
Bagaimana rasanya???
Setelah jatuh cinta apakah kalian pernah merasakan juga patah hati?
Apakah kalian juga pernah merasakan sakit dan bahagia sendiri saat jatuh cinta pada orang yang tidak tepat?
Bagaimana perasaan kalian ketika kalian harus melihat orang yang kalian cintai mencintai orang lain dan bukan kalian?
Apa penyebab kalian tidak bisa memperoleh cinta yang sebaliknya dari orang yang kalian cintai?
Apakah kalian bisa bertahan selama beberapa waktu dengan kisah cinta kalian yang semu??

Begitu banyak pertanyaan, begitu banyak kisah cinta. Ada yang happy ending, ada yang biasa saja, ada yang menderita sampai akhir "cinta bertepuk sebelah tangan", dan ada juga yang di pendam hingga akhir hayatnya. Bagiamana dengan kisah cinta kalian.

Aku tak ingin lagi jatuh cinta pada orang tidak tepat. Aku salah semuanya telah terlambat, aku telah terlanjur jatuh cinta lagi untuk yang kedua kalinya. Pada dia yang semu yang jauh disana sedang menikmati masa liburannya di tempat yang sangat jauh berkilo-kilo meter dari tempat aku berada saat ini. Aku harap dia baik-baik saja dan kembali dengan selamat dari perjalanannya. Entah mengapa dan bagaimana aku bisa jatuh cinta lagi pada seorang laki-laki setelah semuanya hancur dan tak bersisa lagi dihati ini. Aku bersyukur karena Tuhan masih mau memberikan aku rasa cinta seperti pada orang lain. Masa lalu memang hanya untuk dikenang dan di jadikan pelajaran untuk kehidupan selanjutnya. Namun pada akhirnya aku kembali terjebak pada cinta semu yang sama seperti beberapa tahun silam, meski pada orang yang berbeda.

Ya jatuh cinta memang benar-benar membuatku gila dan aku sanggup untuk melakukan apapun agar aku bisa melihatnya, mendengar tawanya, bahkan bisa bersamanya. Segala perhatian aku kerahkan untuknya, Aku tunjukkan dengan banyak hal seperti aku selalu mengirimkan dia puisi-puisin yang begitu saja tercipta karenanya, perhatian yang aku berikan meski ruang dan waktu memisahkan kami berjuta-juta kilometer jaraknya. Aku tak lelah ataupun bosan mendengar ceritanya, dan berlaku menjadi sahabatnya yang baik. Ku fikir semua itu bisa ia rasakan tanpa aku mengungkapkannya. Aku salah atas semua perhatian balik yang dia berikan padaku. Itu semua hanya caranya untuk membalas semua perhatianku selama ini hanya sebagai "Sabahat dan Adik".

Aku sempat terguncang dengan semua yang aku dengar saat aku mendengar apa yang dia kata waktu itu. Aku sadar banyak waktu yang terbuang hanya untuk memikirkannya. Aku harus bisa berpaling darinya dan melanjutkan hidup yang masih panjang. Akhirnya setelah aku merenung dan menyadari bahwa hubungan ini tak bisa aku lanjutkan meski hanya sebagai sahabat atau adik dengannya. Aku tak ingin lebih banyak waktu lagi aku buang-buang percuma untuk menunggunya. Maka detik itu juga aku putuskan untuk memberi tahunya tentang perasaan ini yang telah lama berkecamuk, dalam...bahkan terlalu dalam tuk diungkapkan dengan apapun. Aku sadar aku tak pantas untuknya, perasaan rendah diri inilah yang membuatku kalah dan tak lagi memperjuangkannya. Aku berusaha mencari benda yang akan aku berikan padanya sebagai kenang-kenangan, setelah aku putuskan untuk menjauh dan tak muncul lagi dihadapannya untuk selamanya. Biarkan Tuhan dan waktu yang akan pertemukan kami kembali.

Aku memilih sebuah kaos dan buku diary merah yang berisi semua tulisan puisi-puisi yang tercipta ketika aku jatuh cinta padanya dengan tanganku sendiri. Entahlah... apa dia tidak ingin merasa mempunyai hutang budi atau apapun yang pasti dia memberikan aku kenang-kenangan berupa kalung dan gelang dari batu kecubung berwarna biru keputihan. Katanya batu itu batu-batu asli dari kalimantan dan di sini jarang ada yang serupa. Aku senang dia memberiku kenang-kenangan juga, sekaligus sedih karena kisah cintaku tak sama seperti cerita-cerita picisan di novel yang sering aku baca. akan tetapi aku belajar dari semua itu bahwa cinta memang tak harus memiliki dan bersama. Dimanapun dia berada saat ini aku harap dia sehat selalu dan bertemu dengan belahan jiwanya, dan itu bukan aku.


Heart Blue Sea
Heart Blue Sea. Kalung dan gelang itu aku namai begitu hanya karena berwarna biru dan bening. Seperti beningnya air laut yang membiru karena dalamnya dan pantulan dari langit. Aku suka dengan nama itu meski sederhana namun dalam maknanya. Sedalam perasaanku saat itu padanya. 

Sudah cukup bagiku aku jatuh cinta padanya, karena cinta itu juga mampu mendewasakan aku dalam berbagai hal. Kini aku berhasil melupakannya, sesekali aku teringat padanya, cukup ingat dan tak perlu aku rusak diriku dengan cintanya lagi.

Aku akan berjuang lagi melupakan dia. Ya....dia. Dia yang kini kembali mengisi relung hatiku yang telah hancur. Dia begitu menawan hingga aku mampu melupakan dia yang dulu menyia-nyiakan aku. Dia yang ini lebih memberiakn aku motivasi untuk tetap berjuang dan bersemangat mengejar impianku dibanding aku mengejar perasaan yang tak ada habisnya. aku bangga padanya meski tak sekalipun kami bertemu. Aku sadar perasaanku kali ini hampir sama dengan yang dulu. Aku tak ingin mengulangi kesalahan seperti dulu. Perasaanku cukup aku, Tuhan  dan sahabatku yang tahu. Dia tak perlu tahu, karena percuma saja dia tak mengenalku.

Aneh memang kisah cintaku, jatuh cinta berkali-kali padaorang asing yang tak dikenal sekalipun. Sempat terbersit aku minta dikenalkan pada sabhabatku dengannya. Aku urungkan niat itu, karena mana mungkin dia mau berkenalan juga denganku. Aku akan berjuang mewujudkan mimpiku, mimpi-mimpi yang tertunda selama ini dibandingkan mengejar cinta-cinta semuku. Biarkan Tuhan yang pertemukan aku secara alami dengan kekasihku kelak. Aku akan menunggu sampai Tuhan tunjukannya jalan takdirnya. Karena Tuhan tahu apa yang aku butuhkan dibanding yang aku nginkna di dunia ini. 

Hei.... kamu....dan kamu.....aku akan berjuang, berjuang untuk melupakan kalian seutuhnya. Karena cinta sejatiku hanya untuk Tuhanku dan bukan untuk kalian yang selalu menyia-nyiakan cintaku. Welcome new years....new life.......and new insfiration. 

Assobru minal iman
La Tahzan Inallaha ma'ana

^_^