Senja...
Jingga...
Ku titipkan cinta diwarnanya jingga.
Berurai peluh yang membasuh dahaga.
Tak terbendung pilu dalam rindu yang mendera.
Kiranya kata mampu isyaratkan pertanda.
Sejuta kata kan ku rangkai dengan seksama.
Mengertikah engkau membacanya wahai permata ???!!
Aku tunggu engkau dibalik jendela tua.
Buku, Sastra dan sunyi senyapkan suasana.
Itu yang kau suka ... Akupun suka.
Tak perduli kata mereka.
Di museum tua ku bertandang.
Memainkan peran bak pelawak di jalanan.
Ironi hari yang tak jua bersaksi.
Saksikan mimpi yang perlahan memudar mengitari.
Wahai engkau mentari.
This is for you, if you understand with a soul. someday I hope you know and understand. I'm sorry for all. I'm very like you because Allah.
Die Suche Nach Der Wahren Liebe Verloren Geht ... Da Schicksal Führt Sie Zu Mir Führen
Thursday, 11 September 2014
Soul
Dunia semu.
Dunia bayang tanpa batas imaji membingkai.
Dunia maya.
Dunia tanpa tawa yang berirama,
beriringan disetiap langkah kaki.
Dunia bayangan.
Dunia tanpa raga yang satukan semesta dari harapan.
Gemercik itu bangunkan dari sekilas bayang yang menggantung mimpi.
Bunyikan, getarkan, pecahkan setiap irisan langkah yang menjuntai.
Tak kiranya hanya senyum pilu tergores dipipi pagi.
Berdalih bersambutan dengan tengah hari.
Tergolek lemah tertancapi duri.
Mengerang dikeramaian mimpi.
Berurai darah dinaluri.
Ilusi itu semakin menjadi
dan segera, secepatnya harus diakhiri.
Namun terlanjur terpatri.
Aku hanya manusia ilusi. Tak sanggup tunjukan wajah yang suci. Aku hanya manusia yang tak berarti. Bagimu yang berbaju jirah di padang bunga mewangi. Persembahan ini tak sebanding dengan pesona yang membabi buta telah lumpuhkan seluruh sendi-sendi. Tak akan mengerti arti ini bila tak kau selami sedari tadi. Hanya sunyi yang sanggup pertontonkan kebodohan naluri. This is just a feel. Not you feel. And i know you don't make me happy with a feeling. This my my feeling, not you feeling.
Dunia bayang tanpa batas imaji membingkai.
Dunia maya.
Dunia tanpa tawa yang berirama,
beriringan disetiap langkah kaki.
Dunia bayangan.
Dunia tanpa raga yang satukan semesta dari harapan.
Gemercik itu bangunkan dari sekilas bayang yang menggantung mimpi.
Bunyikan, getarkan, pecahkan setiap irisan langkah yang menjuntai.
Tak kiranya hanya senyum pilu tergores dipipi pagi.
Berdalih bersambutan dengan tengah hari.
Tergolek lemah tertancapi duri.
Mengerang dikeramaian mimpi.
Berurai darah dinaluri.
Ilusi itu semakin menjadi
dan segera, secepatnya harus diakhiri.
Namun terlanjur terpatri.
Aku hanya manusia ilusi. Tak sanggup tunjukan wajah yang suci. Aku hanya manusia yang tak berarti. Bagimu yang berbaju jirah di padang bunga mewangi. Persembahan ini tak sebanding dengan pesona yang membabi buta telah lumpuhkan seluruh sendi-sendi. Tak akan mengerti arti ini bila tak kau selami sedari tadi. Hanya sunyi yang sanggup pertontonkan kebodohan naluri. This is just a feel. Not you feel. And i know you don't make me happy with a feeling. This my my feeling, not you feeling.
Subscribe to:
Posts (Atom)