Friday, 27 February 2015

Just Post 2

Selalu salah.....apapun yang aku lakukan pasti selalu salah. Aku tak mau menyalahkan Tuhan ataupun keadaan. Aku tahu aku memang bersalah. Takdir itu sudah ada jalannya dan pasti adanya. Setiap perjalanan hidup yang aku lalui itupun sebagian dari jalnnya takdir. Takdir itu pasti seperti jodoh, rizki, kematian, kelahiran maupun qada dan qadar kita selama hidup di dunia. Ilmu yang aku ketahui dan fahami memang tak seberapa dan aku sering melupakan apa yang pernah aku pelajari itu. Aku hanya manusia biasa yang selalu lalai dan melakukan kesalahan setiap detiknya.
 Apakah wajar setiap kelalaian dan ke bebalan aku ini????.
 Apakah memang aku ini tidak akan pernah bisa bertemu dengan jodohku dan hidup dalam kebahagiaan selamanya dengan sikap dan perilaku aku saat ini?????.
Apakah saya memang ditakdirkan menjadi manusia yang durhaka???
Apakah memang saya itu seburuk itu????
Apakah selamanya saya tidak akan pernah bersama dengan orang-orang yang saya cintai???
Apakah saya akan masuk neraka dengan semua perbuatan buruk saya yang durhaka????
Apakah seburuk itu saya ini hingga saya terlalu hina untuk bisa bahagia di dunia maupun diakhirat???
Apa yang harus saya lakukan untuk memperbaiki diri saya?????
ya Allah bantu aku. Bantu aku untuk menjadi lebih baik. Aku memang bersalah dan pantas mendapatkan ganjaran dari setiap perbuatan  saya didunia ini. Terlebih atas semua kedurhakaan yang saya lakukan ada diri saya, keluarga, sahabat maupun teman-teman. Aku tidak mau menyalahkan siapapun, Aku memang telalu bersalah. 
Semua pertanyaan itu memang harus aku pecahkan sendiri. Introspeksi diri harus terus aku lakukan. Aku akan selalu sayang sama kamu karena Allah. Aku tahu aku tak pantas kau sayangi. Hanya doa yang mampu mampu menyampaikan rasa sayangku dari jauh untukmu. Memang benar sayang dan cinta itu tak harus memiliki. Meskipun selamanya kau tak akan pernah tahu perasaanku, cukup saja allah yang tahu dan pembaca yang mungkin tak sengaja berkunjung ke blog saya ini. Aku akan berusaha untuk lagi mengulangi kesalahan yang lalu, tak perlu kamu tahu semua isi hatiku. Cukup aku yang rasa dan aku simpan dalam doaku. Aku yakin tidak ada yang tidak mungkin didunia ini selama allah masih mengijinkannya. 
Kesalahan tak pernah luput kita lakukan setiap detiknya didunia ini. Akan tetapi sampai seberapa keras usaha kamu untuk terus berusaha untuk memperbaikinya setiap detik pula. Karena kita tak pernah tahu kapan ajal akan menjemput. Entah detik ini, hari ini atau lusa, seminggu lagi, sebulan lagi ataukah setahun lagi sisa hidup yang Allah berikan untuk kita. Semoga Allah selalu melimpahkan Rahmat, Hidayah dan kasih sayang-Nya untuk kita semua. Amin

Thursday, 12 February 2015

Just You

Sampai disinikah kisahku ????.
Kembali terulang seperti dahulu.
Tak berkembang namun layu.
Sebelum tiba waktu saat bertemu.
Akar aku akan kembali rindu.

Memang tak pantas aku di tuju
Menjadi pelabuhan terakhirmu
Bisakah aku mengaku
Satu kata yang tak sanggup lagi membeku
Cairkan suatu kata pilu

Aku tak ingin lagi menduga-duga, apapun itu yang akan terjadi. Aku hanya ingin jujur dengan kata, hati dan tindakan yang aku buat. Aku tak ingin naif dengan seluruh perasaanku sendiri. Apa daya aku tak mampu ungkapkannya padamu. Sejujur apapun aku, kau tak akan pernah percaya padaku. Hubungan yang hanya aku yang rasa, itu bukanlah suatu hubungan, hanya anganku semata. Dunia maya bukanlah tempat pertemuan yang tepat bukan. Realita dan nyata itu yang lebih kau suka, dibanding dunia maya. Berteman dengan sembarang orang tak membuatmu tertarik. Terlebih denganku yang tak kau kenal sekalipun. Aku hanya mampu pandangimu dari kejauhan. Itu cukup membuatku bahagia. Entah sampai kapan aku akan terus begini. Menyanjung cinta yang tak mampu ku sampaikan. 

Oh.....God i need him. I know this is impossible. 





Tuesday, 3 February 2015

Maaf Ini Kesalahanku

{We stumbling upon each other is more than a mere coincidence, isn't it?
Like we're met to serve our purpose for a particular reason. If there's no particular reason, it is a particular reason.
The thing is I don't believe in coincidence as you don't believe in deity.
And the biggest irony, we fall for each othe
You said, life is determined by a series of conscious self decision making. Everything is logic and explainable.
Mystery is something you considered unraveled and unknown, yet. It's only matter of time (and research) until a mystery comes to surface.
To me, life is something I don't have a complete control over. Sure, some things are under my endeavor to change, but some things aren't
And yes, there are some mysteries that no matter how hard and long we try to unravel, they'll be remain mysteries.
Among our differences, we agree that tampering with each other's disposition is an inner disarray that we elatedly should carry on.
It's clear that no one wants their life thrown into chaos.
But to be fair, everyone has his chaotic period in their life in order to discover their own peace, their own order.
Even order is initially preceded by chaos, isn't it?
I don't even wish us to be like other couples who are eager to take refuge behind ideal concept of incessant happiness.
We're happy together. That's good enough for me. We're miserable together. That's also good enough for me. Together is the whole point.
I come to understanding love isn't always happiness. As Dostoevsky once said, "When there's is love, you can live even without happiness."
Eh, itu ada typo. They'll remain mysteries.}


Kesalahan....semua ini memang kesalahan, ini tak harus aku pelihara lebih lama lagi. Aku hanya manusia biasa yang selalu melakukan kesalahan, terutama kesalahan yang sama. Akibat dari kesalahan yang berulang aku lakukan, maka aku sendiri yang harus merasakan kepedihan ini. Segala sesuatu yang ia lakukan ingin ku ketahui, padahal dia bukan siapa-siapaku. Rasa penasaranku semakin bertambah-tambah setelah aku sadari rasa itu kembali mengisi relung hatiku. Terlebih aku yang sejak lama mengulang kembali kesalahan itu, kesalahan lama yang menyiksaku. Kesalahan tentang hatiku sendiri, jatuh hati pada orang tidak tepat dan tak nyata bagiku. Aku ingin berfikir realistis, bahwa cinta itu akan benar-benar nyata bila dijalani dengan orang yang nyata pula dan bukan dengan orang yang semu yang tak pernah aku temui sama sekali. 
Entahlah..... ini permainan Tuhan untukku yang lalai ini. Ataukah ini sebagai akibat dari permasalahan yang aku buat sendiri. Aku tak ingin menyalahkan Tuhan yang maha pemurah padaku. Aku sadar ini ujian Tuhan untuk aku yang diusia segini masih melajang dan terlalu egois dalam semua pengambilan keputusan. 
Diusia muda aku terlalu sering mengambil keputusan sendiri tanpa pernah melibatkan orang lain terutama orang tua. Hidup dalam demokrasi yang tinggi tak membuat aku bahagia. Padahal kebanyakan anak-anak di usiaku sekarang ataupun remaja dulu sangat menginginkan kebebasan dari orang tuanya. Kebebasan tersebut bisa mereka gunakan untuk bebas berpacaran, bermain sesuaknya dan lain sebagainya. Aku tak setuju dengan pendapat mereka, karena nyatanya aku membatasi diri sendiri dengan kebebasan yang diberikan orang tuaku itu. Hingga kini aku masih membatasi diri dari pergaulan yang kurang baik, pacaran dan melakukan hal-hal yang menurutku sia-sia. Hal itu semua justru menjadi bumerangku saat ini untuk menemukan belahan jiwaku. Tetapi aku akan tetap yakin dan bersabar bahwa memang Tuhan masih menyimpan belahan jiwaku entah jauh dimana. Sekuat tenaga dan usaha aku coba untuk berteman dan meminta bantuan sahabat-sahabatku untuk mencarikan calon untukku, semuanya tak pernah berhasil. Ada beberapa aku memberanikan diri ingin berkenalan dengan seseorang, hasilnya tetap sama tak ada yang berhasil. Kini aku sadar aku lebih butuh Tuhan dibandingkan pasangan yang tak kunjung ku temui. Aku pasrah.
Tak ada tempat aku berbagi lagi kecuali tuhan dan blog ini. Tak ada yang bisa memahami diriku kecuali tuhan dan diriku sendiri. Sebenarnya aku tak ingin memperdulikan dia lagi yang aku sukai. Namun kau masih saja mencari informasi tentangnya di media sosial, karena hanya dari sana aku bisa tahu keadaannya. Ini sejenis memata-matai, tapi salahkah aku. Karena aku tak mampu menghapusnya begitu saja dari fikiranku. Aku tak pernah mengharapkan apapun dari beberapa orang yang pernah aku sukai. Aku hanya ingin mereka tahu bahwa aku menyukainya, itu saja. Terserah mereka mau balik menyukaiku atau tidak, atau justru membenci dan ilfeel pada aku yang menyukainya. Itu hak mereka dan akupun berhak menyukainya. 
Terkadang aku benci diriku sendiri. Apalah aku ini yang tak berrati, tak memiliki kemampuan, tidak pintar, tidak berpenampilan menarik, dan tidak populer. Tak sebanding aku denganmu yang aku sukai, terlalu tinggi kualiatasmu untuk aku yang tidak ada apa-apanya ini. Maafkan aku saat ini aku masih sangat menyukaimu, menyukai semua yang ada padamu, kekurangan ataupun kelebihanmu yang aku tahu dari penelusuranku. Maafkan aku tak pernah berani muncul dan mengungkapkan semuanya. Karena pernah aku coba mengungkap jati diriku, sepertinya kamu tidak pernah tertarik. Terbukti dengan semua email yang aku kirimkan padamu. Aku ini mungkin perempuan terberani dimuka bumi ini yang pernah kau temui, inilah aku yang seperti ini. Ini semua aku ungkapkan bukan karena aku ingin balasan. Lagipula kecil kemungkinan kamu sadar aku ini ada dan tulisan yang kau muat aku muat kembali dalam tulisanku ini. Maaf aku selalu mengganggu kehidupanmu. Meski kau dekat dengan salah satu sahabatku, aku tak berniat meminta sahabatku mendekatkanmu denganku. Cukup aku dan beberapa sahabaku saja yang tahu bagaimana perasaanku padamu. Aku yakin cinta itu tahu kemana harus pulang. Semoga kamu bahagia dan menemukan belahan jiwamu. 
I will always suport you
i will always love you
Akarliar