Thursday, 25 December 2014

Senja dan Pagi











Entah apa di benak ini
Begitu menggila rasa yang tak sanggup tuk di bendung lagi
Engkau begitu menghipnotis hari-hariku
Segala kata yang kau ucap
Segala laku yang tergelak

Entah siapa dirimu? Aku tak peduli.
Entah siapa aku? Engkau tak peduli

Yang tertuang kini hanya ukiran namamu
Tak pernah ku fahami
Tak ku mengerti
Ingin Aku berlari dari mimpi nyata ini
Berlari.... dan terus berlari tanpa pedulikanmu

Itu hanya sebuah imaji yang tak kunjung berbuah pelangi
Ku sadari fatamorgana berjubah ilusi
Berdalih hanya lewat mimpi
Bukan nyata yang bisa saling bersua

Dua dunia yang berbeda namun sama
Dua jiwa yang berbeda namun rapuh
Dua mimpi yang berbeda namun jauh
Dua kata yang berbeda namun bermakna

Satu : Aku cinta
Dua : Kamu benci

Terngiang-ngiang ditelinga senja
Dan aku masih harus bersabar 
dengan seluruh cinta yang ku simpan hnaya untuk mu pagi
Pagi yang selalu menawarkan sejuta cerita
Pagi yang indah tanpa senja yang memudar
Dibalut jingganya awan yang tersulam
Menyelimuti mentari yang hendak keperaduan

Aku cinta. Tapi tak sama
Kamu benci. Dan tetap sama
Tak berubah dan tak bertuah



Rapuh






























Sekerat Senja yang memburam
Lukiskan tawamu dari balik awan
Tetes-tetes hujan hendak membasuh lara dimatamu
Tak kau ijinkan menyatu dengan tubuhmu

Senja ...
Ilusikah mimpiku!
Tuk percikan warna di hari -harimu
Mari ulurkan lembara-lembaran kelabu
Menjadi putih seersih mimpi yang hendak dirajut

Wajah tak berona 
Mata sendu sejuta rindu 
Hitam legam segurat alis di wajah pilu

Wahai engkau Pujangga pilihanku

Bukan aku
Bukan aku yang tergambar di mata itu

Sebatang pohon rapuh terkoyak angin yang membabi-buta
Kering kerontang kesepian di ujung senja
Tak bergeming tak bertuan
Sendirian tanpa kawan
Hanya desiran angin yang membunuhnya secara perlahan.




Cahaya



Titik cahaya bertabur di sukma 
Ilusikan senja dibalik derita
Senyum pilu diwajah rindu
Terpatri erat dibalik batu

Padamkan senja di ufuk barat
Ilustrasikan di wajah pelangi
Hanya semburat hitam dan putih yang tersirat
Di gelombang kehidupan yang dititi

Wahai pujangga kirimn Tuhan....
Mencinta senja tak pecahkan karang di dermaga
Terbanglah....
Terbanglah....
Bergabung bersama pagi yang tawarkan beribu cerita
Dengan jutaan tawa yang tertawan 
Bebaskan dari keterasingan