Monday, 7 April 2014

Gundah

Sebuah cerita sebuah derita
Elegi cinta terbingkai dihati yang mencinta
Berderu dalam duka dan nestapa.
Bernyanyi di bibir rindu yang menggema

Cinta hampa bertepuk derita
Cinta nyata berbingkai egosentris sang pujangga
Berabad cinta tak terbuka
Tersamar dalam sanjung dan puja-puja

Kemilau embun dimata pagi
Tersungging damai dikegelapan
Kencana biru telah lama menanti
Tak juga kembali dari keterasingan

Berpijak dibawah lazuardi yang melaju
Tak berarah berkalang rindu
Kata aku, kamu di urat nadi
Tak berarti terucap hanya sekali


Ruang dan waktu tak menyatu
Dibibir malam yang kian tersulam
Gelap…
Gelap dan pekatkan fatamorgana
Samar…mengaburkan wajah derita
Seperti mimpi berselimut cinta

Membasuh raga dalam khayal yang nyata.

No comments:

Post a Comment