Sebuah
cerita sebuah derita
Elegi
cinta terbingkai dihati yang mencinta
Berderu
dalam duka dan nestapa.
Bernyanyi
di bibir rindu yang menggema
Cinta
hampa bertepuk derita
Cinta
nyata berbingkai egosentris sang pujangga
Berabad
cinta tak terbuka
Tersamar
dalam sanjung dan puja-puja
Kemilau
embun dimata pagi
Tersungging
damai dikegelapan
Kencana
biru telah lama menanti
Tak
juga kembali dari keterasingan
Berpijak
dibawah lazuardi yang melaju
Tak
berarah berkalang rindu
Kata
aku, kamu di urat nadi
Tak
berarti terucap hanya sekali
Ruang
dan waktu tak menyatu
Dibibir
malam yang kian tersulam
Gelap…
Gelap
dan pekatkan fatamorgana
Samar…mengaburkan
wajah derita
Seperti
mimpi berselimut cinta
Membasuh
raga dalam khayal yang nyata.
No comments:
Post a Comment