Monday, 24 March 2014

Abadi

Entahlah....
Rasa sedih, senang atau muramkah ini
Seakan tawa menjadi sunyi
Dan waktu terus permainkan imaji

Persimpangan....
Hidup hanya persimpangan
Mesti tak ingin hanya tempat persimpangan,
namun apa daya tangan tak sampai
Dan waktu kembali permainkan

Tegarkan...
Tegarkan langit biar tak hujan
Menghujam deras di pipi bumi
Adakah pelangi yang sudi hiasi
Tuk leburkan duka dan pelipur diri
Seperti asap langit yang melenyap ditelan hari
Ikrar janji hendak dipatri
Hingga Arsy berguncang di hati

Tegarkan...
Tegarkan...
Sahabat, sudara tak seubeuti ...
Hancur Leburkan rasa memiliki
Sudikah kiranya tetap silaturahmi
Meski Engkau telah dipinang sang pujaan hati
Semoga engkau abadi sehidup semati
bersama sang pujaan hati.
Abadi...




Saturday, 22 March 2014

ILUSI


Dibawah langit yang sama
Diatas bumi yang sama

Bertahta dalam imaji
Berlari ke langit yang runtuh
Terdiam dalam tawa yang rapuh
Bergeming di pantai yang sunyi

Dibawah langit yang sama
Diatas bumi yang sama

Disini ku berlari
Sejenak hendak ku menepi
Meskipun waktu telah mencaci
Penopang raga akan terus mencari

Dibawah langit yang sama
Diatas bumi yang sama

Terhampar jejak menggoda mata
Tersesat dikeramaian yang mengada-ada
Tinggalkan tapak-tapak tanya dalam imaji





Tuesday, 18 March 2014

Sekali Seumur Hidup


Sebelumnya saya sangat bingung sekali apa yang harus saya tulis dan apa yang harus dibahas di blog yang baru saya buat ini. Saya sadar semua kenangan itu terasa indah apabila kenangan itu dapat kita abadikan. Apakah melalui tulisan, foto, gambar, vidio ataulah lukisan. Awalnya saya ragu dan tak tahu lagi apa yang harus saya tampilkan dan tuliskan di blog ini. Setelah saya lihat kembali isi flasdisk lama saya yang akhirnya ketemu lagi setelah sekian lama ngilang tiba-tiba (disembunyiin sama adik perempuan saya). Hahahahhaha... Saya cari-cari apa yang kira-kira menarik untuk saya pilih. dan akhirnya saya putuskan untuk menguplod foto wisuda saya bersamakedua sahabat saya (Intan=no 2 dari kiri, Siti=Kanan, tengah=pak Marten Yogaswara)  dan dosen pembimbing saya ketika nyusun skripsi. 
Entah apa yang ada dibenak saya ketika memilik foto itu, yang pasti masih jelas di ingatan ku bahwa meminta foto bareng dosen ku yang satu itu sulit sekali. Hingga akhirnya kami bertiga bisa berfoto bersama dosenku itu. 
Tak pernah ku bayangkan sebelumnya bahwa akhirnya kami bisa wisuda bersama. Karena sebelumnya banyak sekali halangan dan rintangan yang kami lalui bersama dalam persahabatan kami. Awalnya kami berlima (Witry/witrai, I_Cuburayot, T_Moutzz, S_Tai, & Ries_Mout=panggilan sayang ku pada mereka) hingga akhirnya tinggal kami bertiga yang tersisa dalam status persahabatan ini. Awal-awal semester kebersamaan dan kekompakan kami seakan tak ada yang mampu mengalahkan. Sampai-sampai kami berlima sering menginap bareng bergiliran di kontrakan kami masing-masing. Entah mengerjakan tugas bareng, makan bareng (Mayoran / Botram = kata orang sunda mah), Jalan bareng, belanja bareng, keperpus bareng, semuanya serba bareng kecuali klo mandi dan bab (Sempit klo ke WC berlima). :-D. 
Ternyata benar kata pepatah "Ada pertemuan pasti ada perpisahan", dan itulah yang terjadi pada kami berlima. Karena sesuatu hal yang cukup aku dan Tuhan yang tahu, akhirnya dari berlima menjadi hanya bertiga saja. Tetapi setiap apa yang telah kami lalui saat berlima maupun bertiga, semua itu adalah kenangan dan pengalaman hidup ku yang paling memberikan berbagai macam rasa dan warna, ada yang manis, asin, pahit, kecut, asam, asin, dan berwarna-warnni seperti pelangi. Aku bersyukur aku telah mengenal mereka dan pernah berbagi suka dan duka bersama dikala kami harus hidup terpisah dari orang tua kami. mereka pulalah yang banyak memberikan pelajaran padaku tentang arti hidup, sebuah persahabatan dan rasa saling memiliki seperti saudara kandung sendiri. Padahal sebelumnya tak pernah ada hubungan apapun diantara kami, apakah saling mengenal bahkan ada hubungan darah. 
Itulah hidup, kadang bersama, kadang sendirian dalam kesepian. Kadang ku bertanya "mengapa harus berpisah bila masih bisa bersama??", namun itulah realita. Tak selamanya kita harus bersama apabila ada hal lain yang memaksa kita untuk berpisah. 

I hate alone!!! 

Dari foto yang ku ambil sekitar 2 tahun lalu itu, aku semakin mengerti tentang arti sebuah moment/peristiwa. Peristiwa penting yang aku ataupun orang lain alami tidak akan dilupakan seumur hidup. Terutama ketika aku menjadi salah satu dari wisudawan dan wisudawati saat itu. Perasaan ku campur aduk, ada sedih, ada senang karena bisa lulus tepat waktu tanpa harus berlama-lama kuliah dengan biaya besar yang nantinya akan merepotkan kembali orang tua ku. Sedih harus berpisah dengan teman-teman tercinta dan para dosen, dan suasana perkuliahan yang sudah menjadi keseharianku. Tapi Tak apalah, ini saatnya aku dan teman-teman untuk berpisah serta melanjutkan hidup kami masing-masing ke tengah masyarakat luas. Entah apa yang akan terjadi dikehidupan kami nanti. Yang pasti kami telah berhasil menuntaskan setengah dari kewajiban kami kepada orang tua kami masing-masing.  


Intinya = Kebersamaan itu lebih berarti dibandingkan kita harus menjalaninya sendiri. Tak ada rasa, tak ada warna, yang ada hanya hampa dan tersiksa.  
Geist....Gambatte!!!! (^_^)p