Sunday, 4 January 2015

Love

Pertanyaan kali ini.
Apakah kalian semua pernah merasakan jatuh cinta?
Bagaimana rasanya???
Setelah jatuh cinta apakah kalian pernah merasakan juga patah hati?
Apakah kalian juga pernah merasakan sakit dan bahagia sendiri saat jatuh cinta pada orang yang tidak tepat?
Bagaimana perasaan kalian ketika kalian harus melihat orang yang kalian cintai mencintai orang lain dan bukan kalian?
Apa penyebab kalian tidak bisa memperoleh cinta yang sebaliknya dari orang yang kalian cintai?
Apakah kalian bisa bertahan selama beberapa waktu dengan kisah cinta kalian yang semu??

Begitu banyak pertanyaan, begitu banyak kisah cinta. Ada yang happy ending, ada yang biasa saja, ada yang menderita sampai akhir "cinta bertepuk sebelah tangan", dan ada juga yang di pendam hingga akhir hayatnya. Bagiamana dengan kisah cinta kalian.

Aku tak ingin lagi jatuh cinta pada orang tidak tepat. Aku salah semuanya telah terlambat, aku telah terlanjur jatuh cinta lagi untuk yang kedua kalinya. Pada dia yang semu yang jauh disana sedang menikmati masa liburannya di tempat yang sangat jauh berkilo-kilo meter dari tempat aku berada saat ini. Aku harap dia baik-baik saja dan kembali dengan selamat dari perjalanannya. Entah mengapa dan bagaimana aku bisa jatuh cinta lagi pada seorang laki-laki setelah semuanya hancur dan tak bersisa lagi dihati ini. Aku bersyukur karena Tuhan masih mau memberikan aku rasa cinta seperti pada orang lain. Masa lalu memang hanya untuk dikenang dan di jadikan pelajaran untuk kehidupan selanjutnya. Namun pada akhirnya aku kembali terjebak pada cinta semu yang sama seperti beberapa tahun silam, meski pada orang yang berbeda.

Ya jatuh cinta memang benar-benar membuatku gila dan aku sanggup untuk melakukan apapun agar aku bisa melihatnya, mendengar tawanya, bahkan bisa bersamanya. Segala perhatian aku kerahkan untuknya, Aku tunjukkan dengan banyak hal seperti aku selalu mengirimkan dia puisi-puisin yang begitu saja tercipta karenanya, perhatian yang aku berikan meski ruang dan waktu memisahkan kami berjuta-juta kilometer jaraknya. Aku tak lelah ataupun bosan mendengar ceritanya, dan berlaku menjadi sahabatnya yang baik. Ku fikir semua itu bisa ia rasakan tanpa aku mengungkapkannya. Aku salah atas semua perhatian balik yang dia berikan padaku. Itu semua hanya caranya untuk membalas semua perhatianku selama ini hanya sebagai "Sabahat dan Adik".

Aku sempat terguncang dengan semua yang aku dengar saat aku mendengar apa yang dia kata waktu itu. Aku sadar banyak waktu yang terbuang hanya untuk memikirkannya. Aku harus bisa berpaling darinya dan melanjutkan hidup yang masih panjang. Akhirnya setelah aku merenung dan menyadari bahwa hubungan ini tak bisa aku lanjutkan meski hanya sebagai sahabat atau adik dengannya. Aku tak ingin lebih banyak waktu lagi aku buang-buang percuma untuk menunggunya. Maka detik itu juga aku putuskan untuk memberi tahunya tentang perasaan ini yang telah lama berkecamuk, dalam...bahkan terlalu dalam tuk diungkapkan dengan apapun. Aku sadar aku tak pantas untuknya, perasaan rendah diri inilah yang membuatku kalah dan tak lagi memperjuangkannya. Aku berusaha mencari benda yang akan aku berikan padanya sebagai kenang-kenangan, setelah aku putuskan untuk menjauh dan tak muncul lagi dihadapannya untuk selamanya. Biarkan Tuhan dan waktu yang akan pertemukan kami kembali.

Aku memilih sebuah kaos dan buku diary merah yang berisi semua tulisan puisi-puisi yang tercipta ketika aku jatuh cinta padanya dengan tanganku sendiri. Entahlah... apa dia tidak ingin merasa mempunyai hutang budi atau apapun yang pasti dia memberikan aku kenang-kenangan berupa kalung dan gelang dari batu kecubung berwarna biru keputihan. Katanya batu itu batu-batu asli dari kalimantan dan di sini jarang ada yang serupa. Aku senang dia memberiku kenang-kenangan juga, sekaligus sedih karena kisah cintaku tak sama seperti cerita-cerita picisan di novel yang sering aku baca. akan tetapi aku belajar dari semua itu bahwa cinta memang tak harus memiliki dan bersama. Dimanapun dia berada saat ini aku harap dia sehat selalu dan bertemu dengan belahan jiwanya, dan itu bukan aku.


Heart Blue Sea
Heart Blue Sea. Kalung dan gelang itu aku namai begitu hanya karena berwarna biru dan bening. Seperti beningnya air laut yang membiru karena dalamnya dan pantulan dari langit. Aku suka dengan nama itu meski sederhana namun dalam maknanya. Sedalam perasaanku saat itu padanya. 

Sudah cukup bagiku aku jatuh cinta padanya, karena cinta itu juga mampu mendewasakan aku dalam berbagai hal. Kini aku berhasil melupakannya, sesekali aku teringat padanya, cukup ingat dan tak perlu aku rusak diriku dengan cintanya lagi.

Aku akan berjuang lagi melupakan dia. Ya....dia. Dia yang kini kembali mengisi relung hatiku yang telah hancur. Dia begitu menawan hingga aku mampu melupakan dia yang dulu menyia-nyiakan aku. Dia yang ini lebih memberiakn aku motivasi untuk tetap berjuang dan bersemangat mengejar impianku dibanding aku mengejar perasaan yang tak ada habisnya. aku bangga padanya meski tak sekalipun kami bertemu. Aku sadar perasaanku kali ini hampir sama dengan yang dulu. Aku tak ingin mengulangi kesalahan seperti dulu. Perasaanku cukup aku, Tuhan  dan sahabatku yang tahu. Dia tak perlu tahu, karena percuma saja dia tak mengenalku.

Aneh memang kisah cintaku, jatuh cinta berkali-kali padaorang asing yang tak dikenal sekalipun. Sempat terbersit aku minta dikenalkan pada sabhabatku dengannya. Aku urungkan niat itu, karena mana mungkin dia mau berkenalan juga denganku. Aku akan berjuang mewujudkan mimpiku, mimpi-mimpi yang tertunda selama ini dibandingkan mengejar cinta-cinta semuku. Biarkan Tuhan yang pertemukan aku secara alami dengan kekasihku kelak. Aku akan menunggu sampai Tuhan tunjukannya jalan takdirnya. Karena Tuhan tahu apa yang aku butuhkan dibanding yang aku nginkna di dunia ini. 

Hei.... kamu....dan kamu.....aku akan berjuang, berjuang untuk melupakan kalian seutuhnya. Karena cinta sejatiku hanya untuk Tuhanku dan bukan untuk kalian yang selalu menyia-nyiakan cintaku. Welcome new years....new life.......and new insfiration. 

Assobru minal iman
La Tahzan Inallaha ma'ana

^_^

No comments:

Post a Comment