Sunday, 2 August 2015

And Than See

Kali ini aku gagal lagi. Lagi-lagi namanya masih dengan jelas memenuhi seluruh isi relung hatiku. Nama yang entah sampai kapan akan terpatri disana. Apa mungkin hingga hal itu terulang kembali seperti Ijot, panggilan sayangku untuk lelaki yang selama enam tahun kebelakang hanya menganggapku sebagai temannya. Apa aku harus menyerah hingga dia menikah dengan orang lain yang lebih dia kasihi dan hargai. Bukan aku dan bukan aku lagi begitu???. 
Hidup ini terasa begitu kejam bagiku, terutama bagi perjalanan asmaraku yang tak seperti orang lain. Lagi-lagi aku merasa iri dengan orang lain dan malah merutuki diriku sendiri yang tak seberuntung mereka dengan mudah bisa menemukan belahan jiwanya. Sedang aku bertahun-tahun harus sabar menunggu menemukannya, menemukan belahan jiwaku yang entah dimana, sedang apa dan apa dia sedang mencariku juga. Aku sadar aku tak perlu sesetres itu memikirkan hal yang belum terjadi dan entah akan aku alami atau tidak dalam perjalanan hidupku. Seharusnya aku banyak bersyukur karena Allah masih sangat sayang padaku dan selalu menjaga aku dari perbuatan yang dapat merugikan diriku sendiri. 
Aku masih saja bertanya-tanya pada diriku sendiri, apakah aku seburuk itu hingga setiap aku jatuh cinta aku selalu jatuh cinta pada orang tidak tepat, mengacuhkanku, tak aku kenal secara langsung dan mengenalku dengan baik. Seperti saat ini ni sama dia yang namanya sangat familiar sekali. Aku ingin menyebut namanya, tapi......aku malu takut ketahuan, walaupun aku yakin dia sudah bisa menebak sikap dan caraku dalam kado yang pernah aku kirimkan itu. Entahlah....hingga detik ini aku masih penasaran dengan sikap yang dia tunjukan dan nasib kado itu. Apakah dia menyimpannya? Apakan dia membacanya, maksudnya membaca catatan kecil yang aku tinggalkan? Apakah dia memakainya? kado yang aku berikan padanya tiga bulan yang lalu. 
Ooooh.....aku bisa mati penasaran kalau begini caranya. Aku sungguh tak bisa menebak jalan fikirannya. Di satu sisi dia begitu terlihat terbuka, tapi disisi lain seperti ada tembok besar yang tebal yang tak seorangpun diijinkan memasukinya termasuk aku si orang asing. Aku serba salah, karena aku memang berada diposisi yang salah. Aku tak ingin menyalahkan Allah yang menganugerahiku rasa ini padanya, aku hanya tak sanggup lagi memikulnya. Benar apa kata ibuku, aku memang tak seharusnya mengagumi dan mengharapkannya walaupun hanya sebatas pertemanan. Karena hanya akan menyakitiku saja akhirnya, sama seperti aku pada ijot. Apa yang harus aku lakukan, ingin aku menghapusnya dari ingatanku dan hidup kembali normal seperti biasa. 
Kalau aku mengikuti hawa nafsuku, mungkin saat ini aku sudah minta dikenalkan sahabat karibku sewaktu SMA dulu. Setahuku dia mengenalnya sangat baik, karena pernah satu kantor dengannya dulu sebelum resign dari pekerjaannya. Hanya saja aku tak mau melibatkannya, sudah terlalu banyak aku menyusahkan orang lain. Ini lagi urusan pribadiku saja aku harus minta bantuan orang lain. Huft.....payah banget.
memang sudah umum perempuan masa kini yang mendekati laki-laki lebih dulu, tapi apa kata dunia kalau aku yang melakukannya. Meskipun segini aku sudah terlalu berani juga dengan belaga sok-sok'an jadi secret admirer buatnya dan lancang dua kali mengiriminya kejutan kecil. Kata teman-teman aku cewek romantis, karena aku suka dengan pusi, lagu-lagu melow dan drama romance. Aku akui itu, tapi ternyata dia tak menyukainya. Bahkan ketika aku isengin dia dengan beberapa puisi karangku, dia malah bilang aku "Lebay", "Lebay Banget, Ga Jelas!!!". Rasanya saat itu sakit banget, baru kali ini ada yang bilang puisiku lebay. Padahal dulu cowo-cowo yang pernah aku kirimi puisi ga pernah bilang gitu secara langsung, meski ga tau ya di belakang gimana, I don't know. Tapi dia....iya dia...dengan gamblang bilang aku "Lebay", dia juga "Lebay" kok di status-status yang dia twitt. Ga sadar aja dia. Huft. 
Aku tetep suka dia kok apapun kelebihan dan kekurangan dia, ceeeileeeh so sweet banget kalo kata orang-orang mah.hahahah. Wit dodol aku emang aneh dan kadang eror sendiri. Oya lagi ngapain ya dia di utan, jadi pengen kemping juga kalo liat foto yang dia posting. hmmmm....gda abisnya sih kalo udang ngomongin dia. hussssss katanya mau move on eh ini malah asik bicarain dia. Ok sorry deh ya "Akar" aku emang ga sesuai buat kamu. Sangat-sangat ga sesuai sekali, karena aku ga sebanding dengan kamu yang perfect banget dalam segala hal. Pintar, jenius, good looking, pergaulan luas, banyak teman, menguasai banyak bahasa, rajin dan soleh "ga tau juga ya kalo yang itu kebenarannya" hanya kamu dan Allah yang tahu. 
Dengan sadar aku akan mundur teratur, maaf-maaf kalo aku sering stalking kamu. Aku suka penasaran aja kamu lagi ngapain. heee ^_^v  
Perlahan-lahan kalau kesibukanku kembali, aku akan bisa lupain kamu "Akar" tanpa kamu suruh. Sukses ya buat kamu, Allah akan selalu menjagamu dimanapun kamu berada. Semoga kamu dan aku segera menemukan orang yang tepat. Amiiin.

No comments:

Post a Comment