Hidup itu terus berlaju, beriringan bersama berputarnya bumi, bulan, bintang dan matahari yang berputar-putar pada poros dan rotasinya. Begitu pula hidupku, hidup yang sebenarnya masih tak aku fahami dengan benar. Pertanyaan-pertanyaan itu selalu berkutat di kepala ini hingga aku terkadang kehabisan kata-kata untuk menjawabnya. Aku tahu ini dinamakan proses hidup, proses yang harus aku lalui dikala aku tersadar bahwa untuk apa dan harus bagaimana aku menjalani hidup ini dengan benar. Aku yakin bukan hanya aku yang bisa merasa dan mengalami ini. Pasti ada atau bahkan setiap manusia pernah mengalami hal serupa denganku. Akan tetapi aku belum pernah menemukan atau memang aku yang kurang mencari informasi tentang perasaan-perasaan seperti yang aku alami sekarang ini.
Aku ini penuh mimpi dan cita, tapi aku belum juga mampu meraih apa yang aku impikan dan cita-citakan. Diusia aku saat ini seharusnya aku sudah berkeluarga, memiliki pasangan, anak, karir cemerlang dan kehidupan yang menyenangkan. Apa itu hanya akan jadi mimpiku semata, ataukah mungkin akan aku alami juga seperti kebanyakan orang normal pada umumnya. Aku cukup bersabar dan ikhtiar dengan segala scenario yang Tuhanpersiapkan untukku. Entahlah aku tak tahu juga apa yang akan terjadi beberapa detik kedepan, menit, jam, hari, dan esok kedepannya. Toh aku tak tahu sampai kapan Tuhan akan memberikan aku nafas hingga detik ini. Sebisa mungkin aku hanya mampu berusaha menjadi lebih baik lagi. Meskipun aku tak bisa menjalankannya dengan sempurna.
Manusia memang hanya bisa bermimpi dan berencana, tetapi Tuhanlah yang memutuskannya mu jadi sepeti apa dan bagaimana kita kelak. Oh....Tuhan, Rabb semesta alam yang pemurah dekatkan aku dengan-Mu hingga kelak aku akan dekat dengannya karena-Mu. tak ingin aku dekat dengan kekasih yang tak dekat dengan-Mu. Karena bagiku kebahagiaan yang hakiki hanya bersama-Mu. Segala milikku ini hanya milik-Mu, bahkan jiwa dan raga ini bukan milikku sendiri. Aku ingin berpulang di pangkuan-Mu dengan kekasih yang lebih mencintai Engkau dibanding aku yang ada dalam genggamannya. Kuatkan, sehatkan,dan berilah kesabaran untuk kedua orang tuaku hingga aku mampu berbakti dan membalas semua pengorbanannya demiku.
Jodoh, takdir, rizki, hidup dan mati itu sudah ada ketetapannya. Siapa sih yang tak ingin bersama dengan orang yang dicintainya. Siapa sih yang tak ingin bisa membahagiakn kedua orang tuanya. siapa sih yang tak ingin berkeluarga diusia muda. Tak ada yang salah dan patut dipersalahkan, begini sudah jalannya. Orang yang tak tahu selalu menyalahkanku, "ya iyalah terlalu pemilih..., ya iyalah sekolahnya ketinggian sih, makanya gda yang mau deketin.....,ya ialah terlalu menutup diri dan gak gaul...., ya iyalah terlalu sok suci...., ya iyalah terlalu banyak kriteria makanya pada ngabur". Semua kata-kata itu terlalu menyakitkan. Itu cambukan untukku, seperti itukah aku dimata mereka hingga tanpa disadari pendapat seperti itu muncul dan menyebar. Terkadang aku menyalahkan diriku sendiri, orang tua, teman-teman, bahkan Tuhan. akan tetapi hal itu justru akan membuat aku semakin menjadi pecundang yang tak mau menerima kenyataan bahwa seburuk itukah aku.
Aku cukup bahagia dengan kehidupan yang tuhan beri padaku. Begitu banyak proses perjalanan hidup yang telah aku lalui selama 25 tahun ini, terima kasih Tuhan. Banyak kesalahan baik sikap dan perbuatan yang aku lakukan, tak terhitung jumlahnya yang disadari maupun yang tak aku sadari. Tuhan begitu sayang padaku, Selalu menjaga aku dan menghindarkan aku dari orang-orang yang ingin berbuat jahat padaku. Kasih sayangnya tiada tara. Sampai saat ini aku tak mengerti dengan perasaan yang aku miliki untuk orang-orang asing tak ku kenal langsung. Cinta memang tak tahu tempat dan tak tahu kapan datang dan perginya, pada siapa dan bagimana caranya. Ajaibnya kini untuk yang kedua kalinya aku jatuh hati lagi, tepatnya aku berhasil move on dari orang asing yang selama 6 tahun aku kagumi dan kasihi. Hingga akhirnya aku putuskan tak melanjutkan perasaanku itu, karena dia memang punya perasaan yang sama sepertiku. Lepas darinya begitu menyulitkanku. Mungkin karena sudah terlalu dalam perasaan itu. Meskipun begitu aku cukup bahagia, kini dia bisa bahagia dengan kehidupannya dengan atau tanpa kehadiranku yang mengusiknya.
Sekarang ini aku kembali terjetrat cinta semu itu, cinta yang hampir 6 tahun hiasi hari-hariku, memotivasi, menginspirasi aku berkarya dan menyelesaikan kuliahku hingga lulus dan bekerja. Aku tak menyesal telah menciintainya, karena begitu banyak hikmah yang aku petik darinya. Hm.....cinta, cinta dan cinta, kalau ngomongin cinta pasti tak ada habisnya. Aku cukup bisa mencitamu dalam doa dan dukungan saja. Aku akan bahagia melihat kamu bahagia meskipun aku tak bisa bersamamu. Cinta memang tak harus memiliki dan saling bertemu. Cukup di dunia maya kita bersua. Tuhan tahu kapan kita akan dipertemukannya, Tuhan juga tahu dengan pertemuan kita yang bukan tanpa alasan. Pasti dengan sebuah alasan mengapa aku bisa jatuh hati padamu dengan segala kekurangan dan kelebihanmu yang tak masuk akan ini. Aku yakin dengan kita tak bersua langsung, bertatap muka langsung, dan berkomunikasi secara langsung, tuhan telah menyelamatkan aku dan kamu dari perbuatan yang tidak baik dan cintaku ini akan jadi cinta yang tulus dan murni tanpa ada embel-embel ingin dapat balasan darimu. karena cinta tak butuh alasan dan balasan. Cukup dirasakan dan dinikmati kehadirannya. Free. Itulah hakikat cinta tulus dan murni yang sesungguhnya.
Semangatttttttttttttttttttttt
Semangatttttttttttttttttttttt
Aku akan tetap mencintaimu, dan mendoakanmu yang terbaik. Karena Tuhan akan selalu menjagamu dengan atau tanpa aku, kelak engkau bersanding hingga ke syurga.
Tuhan.......jaga dia untukku.
Kekasih yang tak mampu kuraih
Seperti asap yang melebur diudara
Seperti angin yang cukup aku rasakan sejuknya
Tuhan.....Jaga dia untukku.
No comments:
Post a Comment