Tuesday, 28 July 2015

I Say Good Bye

Hidup ini tidak melulu apa yang kamu inginkan dan apa yang kamu harapkan. Hidup ini kenyataan dimana kamu harus mampu membuka mata, hati dan fikiranmu selebar-lebarnya. Karena semuanya bisa menipumu. Ya....semuanya, termasuk pertemanan, persahabatan, persaudaraan intinya semua hubungan yang ada didunia ini. Mengapa aku bisa berkata begitu, karena apa yang tadinya aku anggap baik ternyata tak sebaik yang aku kira. Tadinya aku anggap mendukung tapi akhirnya malah tidak mendukung sama sekali. Tadinya bisa dipercaya ternyata diam-diam menghianati dibelakang. Tadinya bersikap manis didepan mata, ternyata mencaci maki dan mengejek dibelakang. Semuanya sudah tidak benar. Aku tahu akupun tak sempurna. 
Aku sadar aku memang tak pantas dan tak layak untuknya. maka dari itu aku akan mengakhiri semua kekagumanku terhadapnya selama ini. Mungkin sudah cukup untuknya memotivasi aku untuk bangkit. Kali ini aku harus move on darinya dan kembali ke Allah yang Maha Segalanya bagiku. Tak ada sahabat dan yang terpercaya selain Allah. Kini aku pasrahkan diriku, hidupku, matiku, jodohku, rizkiku hanya kepada-Nya. Aku tidak ingin lagi kecewa, dan membenci diriku sendiri dengan apa yang aku alami dan telah aku perbuat selama ini. Akupun tak ingin menyakiti siapapun, Shabat, teman, keluarga dan orang yang pernah merasa tersakiti olehku selama ini. Aku harap dia akan mendapatkan yang sesuai dengan kriterianya dan bukan aku yang tak masuk dalam kriterianya. Aku hanya bisa mendoakannya yang terbaik disini. Aku akan kembali bangkit dari keterpurukan ini, belajar lagi, belajar...belajar...belajar tentang kehidupan yang perlu dihadapi dan bukan dihindari. Waktu tak akan pernah bergerak mundur, tetapi pagi akan selalu menawarkan cerita baru. Hari tak akan mampu berlalu begitu saja, bila hari ini masih ada kesempatan. 
Kamu adalah hal terindah kedua yang hadir dihidup ini. Aku mungkin tak bisa melupakanmu semudah aku menyusun kata-kata ini. Aku hanya berusaha berbuat yang terbaik untuk hidupku. Aku tak ingin terus terbelenggu dalam bayanganmu yang kamu sendiri tak pernah mengenal diriku. Mengenalku saja tak tahu, apa lagi mampu untuk memahamiku. Sungguh tak masuk diakal. Aku percaya takdir, diwaktu yang tak bisa aku tentukan kita akan bertemu atau bahkan bersua. Namun entah kapan aku tak tahu. 
Oya....kado dariku bagaimana, cocok tidak??? Atau mungkin tidak suka yah. Ok fine aku tahu resiko sok-sokan jadi secret admirer itu konyol. Kadonya....nasib kado, kotak itu, dan carikan kertas-kertas warna yang konyol itu. Tahukah kamu, kotak itu aku buat semalaman. Carikan kertas itu semampuku kutilisi kata-kata konyol yang bodoh. Maaf...maaf...kata-kata yang tak pernah lepas dari mulutku selama ini. Entak itu kesalahan yang aku buat ataupun orang lain yang bersalah padaku. Selama ini satu kata itu selalu terlontar dari mulutku. Aku.....memang tak pantas untukmu yang terlalu sempurna. Terima kasih atas kehadiranmu yang sesaat dihidupku ini. Sampai jumpa @.

No comments:

Post a Comment