Entah apa di benak ini
Begitu menggila rasa yang tak sanggup tuk di bendung lagi
Engkau begitu menghipnotis hari-hariku
Segala kata yang kau ucap
Segala laku yang tergelak
Entah siapa dirimu? Aku tak peduli.
Entah siapa aku? Engkau tak peduli
Yang tertuang kini hanya ukiran namamu
Tak pernah ku fahami
Tak ku mengerti
Ingin Aku berlari dari mimpi nyata ini
Berlari.... dan terus berlari tanpa pedulikanmu
Itu hanya sebuah imaji yang tak kunjung berbuah pelangi
Ku sadari fatamorgana berjubah ilusi
Berdalih hanya lewat mimpi
Bukan nyata yang bisa saling bersua
Dua dunia yang berbeda namun sama
Dua jiwa yang berbeda namun rapuh
Dua mimpi yang berbeda namun jauh
Dua kata yang berbeda namun bermakna
Satu : Aku cinta
Dua : Kamu benci
Terngiang-ngiang ditelinga senja
Dan aku masih harus bersabar
dengan seluruh cinta yang ku simpan hnaya untuk mu pagi
Pagi yang selalu menawarkan sejuta cerita
Pagi yang indah tanpa senja yang memudar
Dibalut jingganya awan yang tersulam
Menyelimuti mentari yang hendak keperaduan
Aku cinta. Tapi tak sama
Kamu benci. Dan tetap sama
Tak berubah dan tak bertuah


No comments:
Post a Comment