Wednesday, 30 July 2014

Hanya

Pilihan. Tak pernah ada pilihan untukku dalam beberapa tahun ini. Apa yang harus aku pilih dan lakukan itu semua mengalir saja dengan sendirinya tak pernah aku perhitungkan sama sekali. Kalau bisa memilih hidup seperti yang ditanyakan seorang teman, "hidup mana yang akan kamu pilih apabila kamu terlahir kembali. Hidup yang sekarang ataukah yang lain?". Kalau aku ditakdirkan terlahir kembali, maka aku akan memilih menjadi manusia baru yang menghadapi hidup dengan cara pandang berbeda dengan apa yang pernah aku lalui saat ini. Aku ingin kehidupanku dipenuhi dengan tawa dan keceriaan, tidak seperti sekarang penuh dengan kehampaan. Aku ingin bisa membuka mata bahwa aku tak harus setia pada sesuatu yang belum tentu akan bersamaku. Tetapi kesetiaanku itu cukup aku simpan di hati untuk seseorang yang pantas dan tepat.

Dibalik semua itu aku tak pernah menyesali hidup ini. Karena aku yakin Tuhan lebih tahu apa yang tidak aku ketahui dengan hidupku. Saat ini yang bisa aku lakukan hanya menjadi manusia yang lebih baik lagi setiap harinya. "Tuhan itu memberikan apa yang kita butuhkan dan bukan apa yang kita inginkan", hanya kata-kata itu obat mujarab kala hampa menyerangku.

Bagi sebagian orang cinta itu adalah hidup. Hidup tanpa cinta bagai hidup tanpa nyawa. Raga tanpa nyawa bagai jalan tanpa arah. Bagaimana menurut kalian???????

Aku yakin tak ada yang membaca blog saya ini. Jadi jangan harap saya bisa tahu pendapat kalian. Tak mengapa, karena blog ini hanya sebatas media saya untuk menyalurkan hobi saya menulis dan bercerita. Saya mungkin bukan penulis yang baik, jadi tak apa saya salah menulis atau tidak. Toh tidak ada yang merasa dirugikan atau diuntungkan.







No comments:

Post a Comment