Pilihan. Tak pernah ada pilihan untukku dalam beberapa tahun ini. Apa
yang harus aku pilih dan lakukan itu semua mengalir saja dengan
sendirinya tak pernah aku perhitungkan sama sekali. Kalau bisa memilih
hidup seperti yang ditanyakan seorang teman, "hidup mana yang akan kamu
pilih apabila kamu terlahir kembali. Hidup yang sekarang ataukah yang
lain?". Kalau aku ditakdirkan terlahir kembali, maka aku akan memilih
menjadi manusia baru yang menghadapi hidup dengan cara pandang berbeda
dengan apa yang pernah aku lalui saat ini. Aku ingin kehidupanku
dipenuhi dengan tawa dan keceriaan, tidak seperti sekarang penuh dengan
kehampaan. Aku ingin bisa membuka mata bahwa aku tak harus setia pada
sesuatu yang belum tentu akan bersamaku. Tetapi kesetiaanku itu cukup
aku simpan di hati untuk seseorang yang pantas dan tepat.
Dibalik
semua itu aku tak pernah menyesali hidup ini. Karena aku yakin Tuhan
lebih tahu apa yang tidak aku ketahui dengan hidupku. Saat ini yang bisa
aku lakukan hanya menjadi manusia yang lebih baik lagi setiap harinya.
"Tuhan itu memberikan apa yang kita butuhkan dan bukan apa yang kita
inginkan", hanya kata-kata itu obat mujarab kala hampa menyerangku.
Bagi
sebagian orang cinta itu adalah hidup. Hidup tanpa cinta bagai hidup
tanpa nyawa. Raga tanpa nyawa bagai jalan tanpa arah. Bagaimana menurut
kalian???????
Aku yakin tak ada yang membaca blog saya
ini. Jadi jangan harap saya bisa tahu pendapat kalian. Tak mengapa,
karena blog ini hanya sebatas media saya untuk menyalurkan hobi saya
menulis dan bercerita. Saya mungkin bukan penulis yang baik, jadi tak
apa saya salah menulis atau tidak. Toh tidak ada yang merasa dirugikan
atau diuntungkan.
No comments:
Post a Comment