Sekerat Senja yang memburam
Lukiskan tawamu dari balik awan
Tetes-tetes hujan
hendak membasuh lara dimatamu
Tak kau ijinkan menyatu
dengan tubuhmu
Senja
Ilusikah mimpiku!
Tuk percikan warna di hari-harimu
Mari ulurkan lembaran-lembaran kelabu
Menjadi putih sebersih mimpi
yang hendak dirajut
Wajah berrona
Mata sendu sejuta rindu
Hitam legam segurat alis di wajah pilu
Wahai engkau pujangga pilihanku
Bukan aku
Bukan aku
Bukan aku yang tergambar dimata itu
Sebatang pohon rapuh
terkoyak angin yang membabi buta
Kering kerontangkesepian diujung senja
Tak bergeming tak bertuan
Sendiri tanpa kawan
Hanya desiran angin
yang membunuhnya secara perlahan

No comments:
Post a Comment