Wednesday, 26 November 2014

Pantonim





Sekerat Senja yang memburam
Lukiskan tawamu dari balik awan
Tetes-tetes hujan 
hendak membasuh lara dimatamu
Tak kau ijinkan menyatu
dengan tubuhmu

Senja 
Ilusikah mimpiku!
Tuk percikan warna di hari-harimu
Mari ulurkan lembaran-lembaran kelabu
Menjadi putih sebersih mimpi 
yang hendak dirajut


Wajah berrona
Mata sendu sejuta rindu
Hitam legam segurat alis di wajah pilu
Wahai engkau pujangga pilihanku


Bukan aku
Bukan aku
Bukan aku yang tergambar dimata itu


Sebatang pohon rapuh 
terkoyak angin yang membabi buta
Kering kerontangkesepian diujung senja
Tak bergeming tak bertuan
Sendiri tanpa kawan
Hanya desiran angin 
yang membunuhnya secara perlahan




No comments:

Post a Comment