Sunday, 26 October 2014

Salah

Kenyataan itu memang benar-benar pahit... sangat-sangat pahit. Tak semanis roman picisan. Kini tak ada lagi yang harus aku pertahankan semuanya. Semuanya sudah berakhir ketika aku memulainya. aku telah merusak semuanya. Merusak hidupku sendiri dengan selalu memikirkannya. memikirkan orang yang tak pantas aku fikirkan. Sama seperti kamu yang kini kembali dari sosok yang baru. Aku.... Aku tak tahu apa yang Tuhan rencanakan. Aku hanya tak ingin terlihat rapuh dan lusuh dihadapannya. Aku ingin membuktikan bahwa aku bisa dan mampu berdiri tanpa cinta  makhluk-Nya. Karena hanya cinta-Nya yg tersisa. Tak seorangpun, tak ada.
Tuhan memang paling tahu mana yang terbaik untukku. Dengan tak pernah mempertemukan kami didunia nyata itulah jalan yang terbaik untukku dan kedepannya.
Sungguh menyakitkan harus berpura-pura tegar di depan semua orang dan seolah-olah aku baik-baik saja. Sakit banget liat orang yang pernah dicintai bersama orang yang dicintainya. Tapi itulah kenyataan karena hidup itu memang begitu.
Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....... mengapa aku sangat menyedihkan.
Aku b***h bisa mencintai orang-orang tak pernah mencntaiku setulus yang aku beri. Aku tahu aku salah karena sudah berharap pada yang salah. Aku salah.....aku tak pernah menghargai hidupku sendiri. Aku salah. ******************************************************* :,(

No comments:

Post a Comment