Dunia semu.
Dunia bayang tanpa batas imaji membingkai.
Dunia maya.
Dunia tanpa tawa yang berirama,
beriringan disetiap langkah kaki.
Dunia bayangan.
Dunia tanpa raga yang satukan semesta dari harapan.
Gemercik itu bangunkan dari sekilas bayang yang menggantung mimpi.
Bunyikan, getarkan, pecahkan setiap irisan langkah yang menjuntai.
Tak kiranya hanya senyum pilu tergores dipipi pagi.
Berdalih bersambutan dengan tengah hari.
Tergolek lemah tertancapi duri.
Mengerang dikeramaian mimpi.
Berurai darah dinaluri.
Ilusi itu semakin menjadi
dan segera, secepatnya harus diakhiri.
Namun terlanjur terpatri.
Aku hanya manusia ilusi. Tak sanggup tunjukan wajah yang suci. Aku hanya manusia yang tak berarti. Bagimu yang berbaju jirah di padang bunga mewangi. Persembahan ini tak sebanding dengan pesona yang membabi buta telah lumpuhkan seluruh sendi-sendi. Tak akan mengerti arti ini bila tak kau selami sedari tadi. Hanya sunyi yang sanggup pertontonkan kebodohan naluri. This is just a feel. Not you feel. And i know you don't make me happy with a feeling. This my my feeling, not you feeling.
No comments:
Post a Comment