Ketika kau hendak bertanya padaku, "Siapa dirimu?". Aku hanya ingin kau tahu sedikit tentangku. Karena aku tak ingin peristiwa lama kembali terulang padamu. Aku hanya bisa menjawabnya :
Angin...
Angin yang mampunya hembuskan di bayangan.
Sekilas bermakna, tersirat di jingga.
Jiwa.
Tak ada yang aku inginkan darimu. Tak ada yang aku harapkan darimu. yang aku mau hanya kau tahu betapa engkau begitu berharga dimataku. Kau mungkin tak akan pernah tahu. Karena aku tak ingin kau tahu. Tak ingin aku mengulang kesalahan yang kuperbuat lagi di masa lalu padanya. Pada Dia yang tak pernah melihatku. Dia yang hanya anggap kehadiranku angin yang mampu sejukkan sesaat dan menghilang seketika badai porak-porandakan segala angan yang ku bangun susah payah. Maafkan aku. Aku pengecut membiarkanmu tak mengetahuinya. Hanya bait-bait puisi yang mampu aku persembahkan untukmu yang ku kagumi. Ini untuk mu.
Jingga....
Siluet merona di padang fana
Mengambang membingkai ilustrasi penuh tawa
Jingga....
Lukiskan serpihan warna berirama
Merebak bersama alam yang bergema
Jingga....
Tak sembarang sajikan ronanya pada setiap kesempatan
Tak tentu waktu
Tak tentu hari
Kadang tak ada sama sekali
Seperti ilusi
Entah kapan engkau akan mengetahuinya. Bahwa itu aku yang diam-diam mengagumimu. Aku berdosa dan tak ingin semakin berdosa karena aku menyia-nyiakan waktu lagi hanya untuk menyanyjungmu. Hanya Tuhan yang tahu apa isi hatiku, kamu dan dia.
No comments:
Post a Comment